Kenaikan Gaji Korbankan Anggaran Gizi Buruk
Kenaikan gaji di Depkeu, MA dan BPK mencapai 10 kali lipat dari anggaran gizi buruk.
Selasa, 27 Oktober 2009, 08:27 WIB
Arfi Bambani Amri
Departemen Keuangan (VIVAnews/Maryadi)

VIVAnews - Rencana kenaikan gaji menteri menuai protes dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat termasuk Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra). Menurut Fitra, kenaikan gaji ini egois dan tak masuk akal.

"Hal ini memperkuat,  Pemerintah SBY  kedua dan jajaran kabinetnya, sudah tidak lagi memiliki beban untuk menjaga citranya dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan tidak populer, dengan menari di atas penderitaan rakyat Indonesia," ujar Sekretaris Jenderal Fitra, Yuna Farhan, dalam siaran pers yang diterima VIVAnews, Selasa 27 Oktober 2009.

Sekretariat Nasional FITRA menyatakan kenaikan Gaji Menteri dan Presiden mengorbankan anggaran orang miskin.  Rencana kenaikan gaji Menteri dan Presiden merupakan skenario yang dapat dibaca pada kebijakan APBN. Agar tidak mengundang protes jajaran birokrasinya, SBY mulai menaikkan gaji PNS sebesar 15 persen pada tahun lalu dan 5 persen pada tahun 2010.

Penambahan gaji Menteri, Presiden dan PNS, pada APBN 2010 mengorbankan belanja-belanja yang bersentuhan dengan rakyat Miskin. Pada APBN 2010, Belanja pegawai menggeser dominasi belanja subsidi di Pemerintah Pusat. Belanja pegawai meningkat hingga 21% (28 triliun), sementara belanja-belanja yang bersentuhan langsung dengan orang miskin, seperti subsidi  berkurang 10% (15,6 triliun) dan belanja bantuan sosial berkurang 11% (8,7 trilyun).

"Berdasarkan catatan Fitra, kenaikan belanja pegawai pada tahun 2008 di Depkeu hingga 270 persen, MA sebesar 230 persen dan BPK 163 persen, menyedot anggaran hingga Rp. 9,5 triliun atau 10 kali lipat lebih besar anggaran untuk penanganan gizi buruk, yang justru mengalami penurunan dari Rp 500 miliar menjadi Rp. 400 miliar.  Pejabat Eselon satu I di Depkeu mengantongi uang 46,9 juta per bulan dan Ketua MA mendapat tambahan tunjangan kinerja sebesar Rp. 50 Juta, dengan dalih reformasi birokrasi," ujar Yuna.

• VIVAnews
 
komentar
Bunyamin
27/10/2009
Semoga saja para pembantu presiden yang baru diangkat tidak mengorbankan anggaran orang miskin, dan semoga bila itu terjadi biarlah di akhirat kelak para orang miskin yang di makan haknya menagih di hadapan ALLAH SWT dari kerakusan penguasa yang ketika mau menjabat mengemis suara mereka
tiyo
27/10/2009
kenaikan gaji tidak akan memberikan perubahan yang signifikan terhadap pemberantasan korupsi. manusia tidak akan pernah merasa cukup dengan harta yg ada / didapat kecuali orang yang nuraninya hidup dalam iman dan taqwa kepada Allah. yg menjadi masalah adalah moral bangsa yg semakin tumpul ... semoga kita selalu berada dalam rahmatNya, amin ...
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.