Politik
Riset TII: Partai "Dihidupi" Negara
Transparency International Indonesia temukan tak ada partai yang mandiri keuangannya.
Rabu, 11 November 2009, 16:13 WIB
Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila
Balon udara kampanyekan Partai Demokrat (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Pemilihan langsung menggeser kekuatan pemilu bukan lagi berbasis parpol, tetapi dana kampanye. Pemenang pemilu ditentukan besar dana kampanye. Dari situ, peserta pemilu berusaha menarik dana dari luar partai.

"Pendanaan bukan dari internal partai saja sebab, kecenderungannya orang masuk partai bukan untuk mengabdi, tapi mengambil uang," ujar Teten Masduki, Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia dalam jumpa pers peluncuran hasil riset transparansi dan akuntabilitas dana politik di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu, 11 November 2009.

Dia meragukan kekuatan iuran anggota bisa menutupi operasional partai. Apalagi, untuk dana kampanye. "Politik sudah menjadi alat mendekati sumber ekonomi, memperkuat akses ke sumber ekonomi negara," ujarnya.

Dalam konteks transparansi, kata Teten, parpol layak dicurigai. "Tiga pemilu terakhir, money politics dalam bentuk pembelian suara sangat menonjol. itulah faktor buruknya keterwakilan kita," ujar dia.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
   
Nama
Email
Komentar
 
  Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
 
 
  *Jika anda member Vivanews, silahkan  atau