"Kalau benar aliran Century masuk ke dana kampanye Partai Demokrat, potong kuping saya"
|
|
Ruhut Sitompul (Auvanovic) |
|
VIVAnews - Skandal Century yang menggelinding bak bola liar mulai meresahkan partai penguasa. Isu Century mulai menyinggung pondasi istana. Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani pun tak luput dari tuduhan. Terlebih, sejumlah anggota DPR menggelontorkan usul hak angket Century, dan Tim Delapan tak luput menyebut kasus Century dalam rekomendasinya.
Setelah selama ini bungkam, Fraksi Demokrat hari ini akhirnya menjawab secara resmi berbagai rumor tersebut. "Saya nyatakan, baik lingkungan Presiden, Partai Demokrat, maupun Boediono dan Sri Mulyani, tidak terkait dengan isu Century," kata Ruhut Sitompul, anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat, dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat 20 November 2009.
"Sekali lagi, Pak SBY dan Partai Demokrat tidak ada kaitannya dengan kasus Century," ujar Ruhut menegaskan. Ia pun menyatakan tak habis pikir di mana hubungan keterlibatan Boediono dan Sri Mulyani dalam isu Century. Ruhut berpendapat, kasus Century sudah menimbulkan rumor yang aneh-aneh dan jauh dari kebenaran.
"Kami tidak takut dengan rumor itu. Kalau benar ada aliran Century yang masuk ke dana kampanye Partai Demokrat, potong kuping saya," kata Ruhut.
Ia menyatakan keheranannya dengan perkembangan isu yang makin tidak masuk akal. "Seolah-olah Bu Murdaya nasabah besar di Century. Padahal tidak ada. Kami jamin, tidak ada aliran dana Century ke kas kampanye Demokrat," kata Ruhut menegaskan untuk kesekian kalinya.
Ruhut mengatakan, Fraksi Demokrat bukannya tidak mau mendukung usul hak angket Century. Namun Demokrat beranggapan, hak angket merupakan senjata pamungkas yang tidak seharusnya salah ditempatkan. Oleh karena itu, Demokrat berpendirian untuk menunggu hasil audit investigatif BPK. BPK sendiri berencana hendak menyerahkan hasil auditnya ke DPR pada Senin, 23 November ini.
• VIVAnews