Yang menyesal itu menelepon Ruhut Sitompul menyatakan penyesalannya.
|
|
Para inisiator usul angket Century dikomandani Maruarar Sirait (Antara/ Ismar Patrizki) |
|
VIVAnews - Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menyebut beberapa penandatangan usul Angket Century telah meneleponnya. Ruhut mengklaim, mereka merasa menyesal telah ikut meneken usul yang akan dibawa ke Rapat Paripurna 1 Desember 2009 nanti itu.
Ruhut meyakini, angket Century hanya akan ramai di permulaan, tapi lambat laun para inisiatornya akan mencabut dukungan begitu tahu kebenarannya. "Beberapa pendukung bahkan sudah telepon saya menyatakan penyesalannya karena sudah tanda tangani angket," Ruhut mengklaim dalam jumpa pers di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 20 November 2009.
Ruhut lalu menyindir Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai motor penggerak angket. "Taufiq Kiemas saja belum menandatangani angket, apalagi kami. Kan begitu logikanya. Kacang belum lupa pada kulitnya, Taufiq tahu siapa yang mendukung dia untuk jadi Ketua MPR," kata Ruhut.
Karena itu, Ruhut meminta kepada Maruarar Sirait, politisi PDIP yang sering jadi juru bicara inisiator usul Angket untuk berhenti bicara banyak. "Kami minta tolong kepada Ara (Maruarar Sirait), jangan lakukan kebohongan publik. Jangan mainkan perasaan rakyat," ujar Ruhut.
Tak jelas, pernyataan Maruarar mana yang disebut Ruhut sebagai kebohongan publik. Namun Ruhut menceritakan debatnya dengan Maruarar di tvOne Kamis malam tadi. Di sana Ruhut meminta Maruarar menyerahkan data-data seputar kasus Century namun Maruarar tak bisa memberikannya dengan alasannya semua sudah ada di kepalanya.
Ruhut lalu menyebut Maruarar bukan seorang "ahli hukum." Menurut Ruhut yang memang dulu berprofesi pengacara itu, bukti itu harus konkret dalam bentuk dokumen, bukan di kepala. Ruhut pun menuduh Ara melakukan kebohongan publik.
• VIVAnews