Hak Angket Kasus Century
Ruhut: Ada yang Menyesal Teken Usul Angket
Yang menyesal itu menelepon Ruhut Sitompul menyatakan penyesalannya.
Jum'at, 20 November 2009, 16:55 WIB
Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi
Para inisiator usul angket Century dikomandani Maruarar Sirait (Antara/ Ismar Patrizki)

VIVAnews - Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menyebut beberapa penandatangan usul Angket Century telah meneleponnya. Ruhut mengklaim, mereka merasa menyesal telah ikut meneken usul yang akan dibawa ke Rapat Paripurna 1 Desember 2009 nanti itu.

Ruhut meyakini, angket Century hanya akan ramai di permulaan, tapi lambat laun para inisiatornya akan mencabut dukungan begitu tahu kebenarannya. "Beberapa pendukung bahkan sudah telepon saya menyatakan penyesalannya karena sudah tanda tangani angket," Ruhut mengklaim dalam jumpa pers di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 20 November 2009.

Ruhut lalu menyindir Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai motor penggerak angket. "Taufiq Kiemas saja belum menandatangani angket, apalagi kami. Kan begitu logikanya. Kacang belum lupa pada kulitnya, Taufiq tahu siapa yang mendukung dia untuk jadi Ketua MPR," kata Ruhut.

Karena itu, Ruhut meminta kepada Maruarar Sirait, politisi PDIP yang sering jadi juru bicara inisiator usul Angket untuk berhenti bicara banyak. "Kami minta tolong kepada Ara (Maruarar Sirait), jangan lakukan kebohongan publik. Jangan mainkan perasaan rakyat," ujar Ruhut.

Tak jelas, pernyataan Maruarar mana yang disebut Ruhut sebagai kebohongan publik. Namun Ruhut menceritakan debatnya dengan Maruarar di tvOne Kamis malam tadi. Di sana Ruhut meminta Maruarar menyerahkan data-data seputar kasus Century namun Maruarar tak bisa memberikannya dengan alasannya semua sudah ada di kepalanya.

Ruhut lalu menyebut Maruarar bukan seorang "ahli hukum." Menurut Ruhut yang memang dulu berprofesi pengacara itu, bukti itu harus konkret dalam bentuk dokumen, bukan di kepala. Ruhut pun menuduh Ara melakukan kebohongan publik.

• VIVAnews
 
komentar
Christians Situmorang
20/11/2009
maju terus PDIP.. rakyat mendukungmu..
neutral
21/11/2009
Yang menyesal itu rakyat yang telah memilih demokrat saat pemilu April lalu bung Ruhut. Sepertinya semuanya di 86 kan...
Lutfi
21/11/2009
akan menyesal yg menandatangni angket.. maju terus demokrat.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.