Karena itu, PDIP dijamin akan tetap solid sampai Kongres 2010 nanti.
|
|
Megawati Soekarnoputri, Tjahjo Kumolo & Pramono Anung (Antara/ Widodo S Jusuf) |
|
VIVAnews - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Pramono Anung, yakin partainya akan tetap solid sampai Kongres III PDIP April 2010 mendatang. Pram menyatakan partainya telah menyiapkan cara menghadang politik uang.
"Bukannya berandai-andai, kami yakin PDI Perjuangan dalam Kongres nanti akan tetap solid, akan sangat kokoh, karena kami telah membakukan sebuah sistem kepartaian di internal partai kami," kata Pramono di DPP PDIP, Jakarta, Jumat 20 November 2009.
Menurut Pram, masyarakat pun menilai bahwa di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri PDIP, selalu konsisten terhadap sikapnya memperjuangan aspirasi rakyat. Selain itu, kata Pram, sudah ada aspirasi dari pengurus-pengurus daerah dan organisasi sayap partai yang menyampaikan mendukung Megawati.
"Tetapi dukungan itu tentu akan menjadi berarti kalau diputuskan dalam Konferensi Cabang," kata Pram.
Mekanisme untuk memilih ketua umum partai, lanjut Pram, memang tingkatannya dimulai dari Konferensi Cabang, yang memutuskan siapa orang yang menurut cabang kota/kabupaten yang bersangkutan pantas untuk diusung sebagai ketua umum dalam Kongres.
Hasil keputusan cabang tersebut akan disampaikan dalam Kongres. Sehingga dengan cara seperti itu tidak akan mungkin ada praktik politik uang, jual beli suara dukungan terhadap calon ketua umum.
Karena orang di cabang itu banyak, lanjut Pram, maka tidak mungkin ada yang berani bermain politik uang dengan membeli suara cabang. "Walaupun bisa kemungkinannya sangat kecil karena kami juga membuat aturan siapa yang terbukti melakukan pelanggaran ini atau melakukan politik uang maka yang bersangkutan langsung didiskualifikasi dari pencalonannya," kata Pram.
"Kami belajar dari partai lainnya. Cara di kita (PDIP) untuk membendung jangan sampai ada politik uang, maka dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga kami tercantum bahwa yang punya kewenangan itu adalah cabang yang bersangkutan, tidak ada sifatnya orang perorang," kata Pram lagi.
• VIVAnews