Angket Century
"Jangan Jadi Tukar Tambah Politik"
Anggota DPR harus komitmen untuk mengawal angket Century hingga ke paripurna.
Sabtu, 21 November 2009, 07:37 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Suryanta Bakti Susila
Bank Century (ANTARA/Andika Wahyu)

VIVAnews - Bola panas skandal Bank Century terus menggelinding seiring bergulirnya usulan hak angket anggota dewan. Pro dan kontra antaranggota fraksi bermunculan dan semakin mempertajam aroma politis dalam kasus itu.

Pakar Filsafat Poltik Universitas Indonesia, Rocky Gerung, khawatir pengajuan hak angket itu hanya menjadi alat politik sejumlah elit.

"Semata-mata jadi kumpulan berbagai macam kepentingan, demi tujuan personal antar elit, lalu ada tukar tambah politik di belakang," katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat, 20 November 2009. 

Ia berharap para elit politik di DPR yang mendukung angket itu komitmen untuk mengawalnya hingga di paripurna. Ia khawatir usulan itu kandas lantaran para anggota dewan mengubah sikap di paripurna dengan alasan politis.

"Jangan terus-menerus diucapkan tanpa efek dan jadi semacam arsip bahwa pernah ada upaya memeriksa keadilan dengan angket, tapi akhirnya gagal karena ada pertimbangan politik," ujarnya.

Sejauh ini dukungan usulan penggunaan hak angket ini terus berkembang dari 139 anggota menjadi 224 anggota dewan. Hanya Fraksi Partai Demokrat yang tak memunculkan anggotanya sebagai pendukung.

Usul angket skandal Bank Century dipicu persetujuan Menteri Keuangan dan Bank Indonesia mengucurkan dana talangan pada bank yang bangkrut itu sebesar Rp 6,7 triliun. Angka itu tiga kali lipat dari yang disetujui parlemen. Selain itu, meski dana talangan membengkak, sejumlah nasabah bank tersebut tak bisa mendapatkan tabungannya di bank yang sekarang bernama Bank Mutiara itu.

• VIVAnews
 
komentar
Orang biasa
22/11/2009
biasanya gitu pak rocky... emang brengsek politisi2 di indonesia... cuma cari untung sendiri, rakyatnya menderita
wuryanto
23/11/2009
jangan di kaburkan pokok persoalan nya, yang utama biarkan DPR bisa menggunakan powernya dulu dengan optimal, agar duit rakyat bisa kembali ke negara lagi, selebih nya kita2 sbagai rakyat menyimak dan mengawasi gerak-gerik para pemimpin negara termasuk para politikus ini..kalo keluar dari aturan agama kita laporkan..banyak kasus hukum di negeri ini yang lolos dari jeratan karena hanya berdasar aturan hukum..yang dibikin manusia Pancasila dan UUD45 bukan berinduk pada aturan hukum tapi berinduk dari kitab suci..mari kita kritisi dan simak
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.