VIVAnews - Partai Hanura menilai program 100 hari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipertaruhkan dalam kasus Bank Century. Maka itu, SBY dituntut turut mengungkap skandal pencairan dana Rp 6,7 triliun itu.
"100 harinya sudah hilang, tidak 100 lagi," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, Fuad Bawazier saat jumpa pers di Posko Bendera, Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta, Rabu 16 Desember.
Fuad menilai, program 100 hari sebagaimana yang digadang SBY terancam tidak akan terealisasi. Bahkan, jika SBY tidak mengambil langkah progress untuk pengungkapan kasus Century, pemerintahan SBY dinilai berada diujung tanduk.
Dalam jumpa pers ini tampak hadir pula mantan anggota DPR Ali Mochtar Ngabalin. Ngabalin menilai, gerakan untuk mengungkap skandal Bank Century merupakan murni gerakan sosial.
"Tidak ada upaya pengambilan kekuasaan dalam upaya membongkar penipuan, perampokan kasus Bank Century. Kami tidak ada kepentingan," kata politisi bersorban itu.
Oleh sebab itu, dia akan terus mendukung upaya untuk membongkar kasus Century hingga selesai. Bahkan dia menegaskan, dirinya tidak takut dengan tekanan-tekanan yang akan dialamatkan kepadanya.
"Sorban ini tidak murah, sorban Al-Yamani. Sorban ini tidak bisa disogok. Oleh sebabnya saya datang kesini. Saya tidak takut. Mati sekarang, sama dengan mati besok," tegasnya yang disambut yel-yel dari hadirin yang datang.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews