Gus Dur selama hidupnya mengabdikan hidupnya untuk kepentingan universal.
|
|
Santri menuliskan nama Abdurrahman Wahid di batu nisan Gus Dur (Antara/ Arief Priyono) |
|
VIVAnews - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat mendesak pemerintah menetapkan mantan Presiden Abdurrahman Wahid sebagai pahlawan nasional. Gus Dur, menurut politisi yang tergabung dalam Kaukus Parlemen Pancasila ini, adalah figur yang menjaga ide Bhinneka Tunggal Ika tetap relevan.
Anggota Kaukus Parlemen Pancasila ini terdiri dari Eva Kusuma Sundari (PDIP), Rieke Diah Pitaloka (PDIP), Bambang Soesatyo (Golkar), M Romahurmuziy (PPP), Ahmad Muzani (Gerindra) dan
Akbar Faizal (Hanura).
"Pernyataan simpati dan kehilangan atas berpulangnya Gus Dur begitu meluap melintasi batas negara dan sentimen-sentimen primordial berbasis apapun," kata mereka dalam pernyataan tertulis ke VIVAnews, Jumat 1 Januari 2009.
Gus Dur adalah putra Republik dan tokoh dunia karena pikiran dan tindakannya mencerminkan kepentingan universal. "Demi memberikan penghargaan atas kerja-kerja almarhum dan keberlangsungan ide-ide kebhinnekaan untuk memperkuat NKRI maka Kaukus Parlemen Pancasila mengusulkan kepada DPR dan pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada almarhum Gus Dur," ujar mereka.
Usul gelar pahlawan nasional juga telah disampaikan Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Kebangkitan Bangsa. Dua partai ini dikenal sebagai partai yang banyak didukung massa Nahdlatul Ulama, yang tiga periode dipimpin Gus Dur.
• VIVAnews