"Jangan main api dengan pemenang pemilu. Kami ini pemenang pemilu, dia itu loser."
Ita Lismawati F. Malau, Anggi Kusumadewi
|
|
Ruhut Sitompul (Demokrat) dan Bambang Soesatyo (Golkar) (Antara/ Ismar Patrizki) |
|
VIVAnews - Perseteruan antara Gayus Lumbuun dan Ruhut Sitompul belum juga mereda. Meskipun Gayus menyatakan bahwa ia tak akan melaporkan Ruhut ke Badan Kehormatan (BK) DPR karena menyebutnya "bangsat" pada rapat pemeriksaan Panitia Khusus (Pansus) Angket Century, Rabu malam, namun Ruhut masih terlihat memendam amarah.
"Jangan main api kalau tidak mau terbakar. Jangan main api dengan pemenang pemilu. Kami ini pemenang pemilu, dia (Gayus) itu loser," ujar Ruhut sebelum rapat pemeriksaan pansus di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Ruhut memang berasal dari Demokrat, partai pemenang pemilu, sedangkan Gayus berasal dari PDIP yang merupakan oposisi Demokrat.
"Loser kok lebih galak dari winner. Loser itu jangan angkuh. Di mana pun, loser itu harus tahu diri. Baru juga wakil ketua pansus, mbok tahu diri, jangan galak-galak," kata Ruhut bertubi-tubi.
Ruhut mengaku tak berniat memulai keributan. Menurutnya, Gayus juga menyebutnya 'kurang ajar.' Jadi, kata Ruhut, kalau bicara soal pantas atau tidak pantas, maka semua kata-kata tersebut, baik yang berasal dari dirinya maupun Gayus, sama-sama tidak pantas.
Anggota Komisi III itu juga beranggapan, penggunaan kata "bangsat" oleh dirinya masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan penyebutan "pinokio" untuk SBY, dan "drakula" untuk Sri Mulyani dan Boediono. Menurutnya, kata-kata "pinokio" dan "drakula" yang sering dilontarkan oleh lawan politik SBY, justru lebih kasar daripada sekedar "bangsat."
Terkait imbauan sejumlah anggota pansus kepada Fraksi Demokrat agar dirinya ditarik dari keanggotaan pansus, Ruhut tak ambil pusing. Ia yakin, ia akan tetap berada di pansus. "Bos saya di partai saja tidak ada yang mengkritik saya. Semua memuji saya," ujar Ruhut. Ia menyatakan, karena yang menugaskan dirinya di pansus DPR adalah Ketua Dewan Pembina Demokrat, maka hanya Ketua Dewan Pembina Demokrat itulah yang bisa menarik dirinya.
Namun suara sumbang dari internal pansus terhadap Ruhut terus menguat. Anggota pansus asal Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, secara blak-blakan meminta Demokrat untuk menarik Ruhut. Anggota pansus dari Fraksi Hanura, mencerca Ruhut yang tak pernah bicara substantif dalam pansus. Anggota pansus asal Fraksi PDIP, Ganjar Pranowo, bahkan mengungkapkan bahwa Rapat DPP PDIP akan membahas secara khusus soal insiden Ruhut ini.
• VIVAnews