Angket Century
Dana Tak Cair, Nasabah Dikubur Tanpa Peti
"Hari ini almarhum dikuburkan," kata Sri Gayatri menceritakan satu nasabah Century.
Rabu, 10 Februari 2010, 10:52 WIB
Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi
Korban Century, Gayatri berorasi di depan Grahadi (Surabaya Post)

VIVAnews - Sri Gayatri, salah satu nasabah Bank Century yang mengaku depositonya Rp 69 miliar belum cair, akan memberikan keterangan ke Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century hari ini. Sri Gayatri mengaku datang sendiri, namun sikapnya akan mewakili nasabah.

"Saya datang secara independen atas undangan pansus," katanya sebelum rapat di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 10 Februari 2010. "Saya memang meminta untuk diundang mewakili nasabah."

Sri Gayatri yang bermukim di Surabaya itu meminta seluruh fraksi di pansus membuat keputusan politik mendesak pemerintah membayar nasabah. "Kami nasabah tidak kenal Robert Tantular. Ini harus diambil alih pemerintah. Jadi ya pemerintah yang membayar," katanya.

Sri Gayatri mengaku, mendepositokan uangnya di Bank Century. Namun belakangan, dia baru tahu bahwa uangnya tersebut terparkir di danareksa. Padahal, kata Sri Gayatri, "Saya tidak pernah beli danareksa."

Sri Gayatri menduga tanda tangannya dipalsukan. Akibatnya, bukan hanya dia, ada banyak nasabah lain yang juga menjadi korban.

"Bahkan ada nasabah yang meninggal, sampa ia tidak bisa membeli peti mati. Uangnya di danareksa Rp 450 juta. Hari ini almarhum dikuburkan," kata pengusaha tembakau itu.

Selain nasabah, hari ini Pansus juga meminta keterangan Dewan Direksi Lembaga Penjamin Simpanan dan manajemen Bank Mutiara (dulu Bank Century). Rapat dijadwalkan mulai pukul 10.00 ini, namun sepertinya terlambat.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

BERITA POLITIK TERPOPULER