Koalisi Partai Islam
PPP: Sulit Dilakukan Sebelum Pemilu
"Ajakan Pak Din itu adalah ajakan yang sangat simpatik," kata Lukman Hakim Saifudin. Tapi?
Jum'at, 12 Desember 2008, 10:53 WIB
Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi
Lukman Hakim Saifudin (www.dpr.go.id)

VIVAnews - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merespons positif imbauan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin agar partai-partai Islam berkoalisi. Namun PPP melihat, koalisi sulit dilakukan sebelum Pemilu April 2009.

"Ajakan Pak Din itu adalah ajakan yang sangat simpatik. Harapan PPP sendiri seperti itu. Partai-partai Islam memang harus lebih mengemukakan persamaan-persamaan dibanding perbedaan yang dimiliki," ujar fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat PPP, Lukman Hakim Syaifudin, saat dihubungi VIVAnews, Jumat, 12 Desember 2008.

Selama, kata Ketua Fraksi PPP di parlemen itu, PPP selalu menjalin komunikasi dengan partai-partai Islam seperti Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang, Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa. "Semua tetap berhubungan dengan baik," kata Lukman.

"Namun koalisi itu memang belum bisa dipastikan karena kita belum tahu hasil perolehan suara pada Pemilu nanti. Jadi konsolidasi konkret memang sulit sebelum Pemilu," ujar Lukman. "Namun bagaimanapun juga, kemungkinan untuk mempersatukan partai-partai Islam dan mengajukan pasangan calon presiden-calon wakil presiden sendiri sangat terbuka."
 
Dan meski saat ini berbagai partai-partai Islam itu memiliki aspirasi calon presiden yang berbeda, Lukman optimistis, bisa dimusyawarahkan. "Karena kalau kesamaan platform sudah tercapai maka hal-hal lain bisa lebih mudah untuk didiskusikan," kata Lukman.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.