Koalisi Partai Islam
PKB Menolak Koalisi Berbasis Agama
"Saya kira sudah tak relevan melakukan koalisi berbasis agama," kata Gus Choi.
Jum'at, 12 Desember 2008, 12:06 WIB
Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi
Kampanye partai politik (situs resmi PKS Jaksel)

VIVAnews - Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa, Effendi Choirie, tak setuju dengan ide koalisi partai-partai Islam. "Saya kira sudah tak relevan melakukan koalisi berbasis agama. Dari segi historis, Islam tak bisa dipersatukan secara politis, hanya bisa secara akidah," kata Choirie yang biasa dipanggil Gus Choi itu.

Menurut PKB, aliansi seharusnya dilakukan atas dasar kesamaan platform dan visi, terutama dalam menghadapi krisis. Kalau bicara persatuan Islam, hampir semua partai-partai nasionalis juga didirikan dan dipimpin orang-orang Islam. Mayoritas penduduk Indonesia juga Islam. "Jadi pemikiran penyatuan parpol Islam benar-benar tidak relevan, terlepas dari adanya Islam Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah," kata Gus Choi dalam perbincangan dengan VIVAnews, Jumat, 12 Desember 2008.

Namun PKB menghormati imbauan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin tersebut. Perbedaan pendapat adalah wajar. Namun PKB tidak tertarik dengan usulan itu karena partai yang didirikan Abdurrahman Wahid dan kawan-kawan ini sangat terbuka dan tidak memberi batasan atas dasar agama.

Selain itu, PKB juga belum intensif membahas masalah koalisi. "Yang jelas kami sepakat untuk membangun negeri ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tapi harus dilakukan bersama-sama," kata Gus Choi.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.