PKS pertanyakan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan yang tinggi.
|
|
Presiden PKS Tifatul Sembiring. (VIVAnews/Tri Saputro) |
|
VIVAnews -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring merasa kaget dengan hasil survei Lembaga Survei Indonesia yang diumumkan Minggu, 4 Januari 2009 siang.
Bukan karena turunnya perolehan PKS di hasil survei terakhir LSI itu, tapi kekagetan Tifatul dipicu hasil survei yang menunjukkan tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, yaitu 69 persen.
"Dengan kenaikan harga BBM (sebelum akhirnya turun lagi karena naiknya nilai tukar dolar-red), dan di tengah kelangkaan BBM, kok bisa ya, sampai 69 peren," ujar Tifatul kepada VIVAnews lewat sambungan telepon, Minggu 4 Januari 2009.
Dari survei tersebut, perolehan PKS mengalami penurunan dari 6,3 persen menjadi 4 persen. Posisi PKS juga melorot dari urutan keempat ke menjadi kelima, di bawah Partai Kebangkitan Bangsa.
Namun Tifatul sendiri tak terlalu menghiraukan hasil survei terakhir LSI itu. Dari hasil riset LSI sebelum pemilu 2004, PKS hanya meraup 2-3 persen suara. "Tapi, faktanya kami mendapatkan 7 persen."
Bila sekarang LSI memprediksi PKS beroleh 4 persen suara, menurut Tifatul, itu justru peningkatan. Kemungkinan, kata Tifatul, "hasilnya malah bisa jadi 15 persen."
Atas dasar ketakakuratan itu pula, Tifatul mempertanyakan angka tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah yang diklaim LSI mencapai 69 persen. "Dari mana asal 69 persen, harus diperjelas."
• VIVAnews