Belum pernah ada pertemuan politik Mega-Akbar. Partai Golkar yang diinginkan Akbar.
Nurlis E. Meuko, Anggi Kusumadewi
|
|
Akbar Tandjung, Pramono Anung, Megawati, Taufiq Kiemas, Sultan & Sutiyoso (Antara/ Andika Betha) |
|
VIVANews -- Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tandjung, mengatakan tak pernah mengadakan pertemuan politik dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. "Bila pun bertemu, sifatnya hanya kebetulan," kata Akbar.
Misalnya, kata Akbar, mereka pernah bertemu dalam suatu undangan pernikahan. "Di situlah saya sekaligus diundang Pak Taufiq Kieas untuk datang ke Rakernas PDIP. Maka saya datang," kata Akbar. Dalam rakernas PDIP yang berlangsung pada akhir Januari lalu, Akbar terlihat hadir di Hutel Sunan, Solo, tempat rakernas PDIP berlangsung.
Bahkan dalam Rakernas itu, nama Akbar termasuk yang direkomendasikan untuk menjadi pendamping Megawati. "Tetapi saya tidak dalam posisi memberi tanggapan atas hasil Rakernas PDIP," katanya. "Itu adalah hak PDIP, dan saya percayakan keputusan sepenuhnya pada mekanisme PDIP."
Akbar mengatakan masih terfokus pada Partai Golkar. "Entry point (pintu masuk) saya adalah Partai Golkar," kata Akbar. "Bagaimana agar saya bisa jadi capres tapi melalui mekanisme rekruitmen Partai Golkar. Saya tunggu sikap Golkar."
• VIVAnews