VIVAnews - Calon presiden dari Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan puluhan parpol pendukungnya agar bersikap sportif dalam kampanye pilpres yang dimulai 2 Juni 2009.
"Kita mesti menolak, tidak boleh menyebut fitnah. Jangan memfitnah kompetitor kita. Tidak perlu melakukan black campaign," kata Yudhoyono dalam silaturahmi dengan 23 parpol pendukung pasangan SBY-Boediono di Arena PRJ, Kemayoran, Jakarta, Sabtu 30 Mei 2009.
Menurut Yudhoyono ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam kampanye nanti, yakni politik bersih, cerdas dan santun. Bersih dalam hal ini, kata dia, bersifat lahir batin. Sedangkan cerdas, amanat rakyat harus disalurkan secara cerdas. "Meski politik sarat strategi dan siasat, tetap harus bersikap dan berbicara santun," kata dia.
SBY juga membahas 12 isu dengan para pendukungnya. Pertama, membahas mengenai politik sebagai simbol, kedua dasar negara yang tertuang dalam simbol itu, ketiga isu neoliberalisme, keempat isu ekonomi kerakyatan versus neoliberalisme, kelima isu tentang wawasan kebangsaan dan rasa kebangsaan.
Selanjutnya keenam isu mengenai milih siap capres-cawapres yang mampu memimpin atau yang hanya simbolik saja, ketujuh isu mengenai tingkat pertumbuhan ekonomi, delapan hutang luar negeri, sembilan anggaran pertanian, sepuluh isu pembangunan infrastruktur, 11 isu cepat-cepatan, atau tepat-tepatan, dan terakhir 12 tata kelola pemerintahan.
"Saya tidak akan membeberkan secara luas, atau mengumumkan karena saya takut dnegan aturan KPU maka akan dibicarakan secara tertutup," ujar SBY.
Namun demikian, SBY mengajak pendukungnya untuk berfikir rasional dan tidak perlu bersikap emosional dalam menanggapi isu-isu yang menerapa pasangan SBY-Boediono.