|
VIVAnews - Partai Demokrasi Pembaruan tentu tak sembarangan menaikkan perempuan kelahiran Jerman, Petra Odebrecht, menjadi calon anggota legislatif. Odebrecht dicalonkan karena lama beraktivitas di dunia lembaga swadaya masyarakat (LSM).
"Kami memilihnya karena dia sudah punya kartu tanda penduduk. Kedua, dia bergerak di LSM kemanusiaan dan PDP memang membutuhkan tenaga di bidang itu," jelas Ketua Bidang Hubungan Masyarakat PDP, Mahrus Ali, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Jumat, 31 Oktober 2008.
Dan Odebrecht pun sudah lama tertarik dengan PDP. Sejak bergaul dengan koordinator pimpinan kolektif PDP Bali, I Nengah Netra, Odebrecht mengaku suka dengan visi-misi partai berlambang banteng grafis itu.
"Dia (Nengah) banyak cerita tentang nasib rakyat kecil yang sering menjadi korban pembangunan. Tetapi yang menakjubkan, mereka itu tak pernah mau menyerah dengan keadaan. Wow, ini bikin saya tergugah sehingga tergerak untuk melakukan hal yang sama," kata Odebrecht seperti disebutkan dalam situs www.pdp.or.id.
Aktivitas Odebrecht awalnya bergerak di bisnis pariwisata ketika pertama kali menetap di Bali. Namun dua tahun belakangan, Odebrecht lebih banyak mengajar yoga dan melakukan kegiatan sosial di kawasan Seminyak, Badung. Lalu, tahun 2008 ini, Odebrecht memberanikan diri maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Bali.