Deklarasi Pemilu Damai
Andi Mallarangeng Pertanyakan Monolog Butet
"Mungkin waktunya dianggap kurang," ujar Andi Mallarangeng.
Kamis, 11 Juni 2009, 00:34 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Bayu Galih
Andi Mallarangeng (www.presidensby.info)

VIVAnews - Monolog Butet Kertaradjasa yang ditampilkan saat Deklarasi Pemilu Damai ternyata kurang berkenan bagi Partai Demokrat dan tim sukses SBY - Boediono. Ketua DPP Partai Demokrat Andi Mallarangeng bahkan menganggap monolog itu merupakan tambahan visi yang disampaikan tim Mega Prabowo.

"Saya pikir yang menyampaikan visi hanya capres dan cawapres saja. Ternyata ada yang butuh tambahan orang untuk menyampaikan visi," ujar Andi usai deklarasi pilpres damai di Gedung Bidakara, Jakarta, Rabu malam, 10 Juni 2009.

Tim SBY - Boediono, kata Andi, telah memenuhi aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyampaikan visi capres dan cawapres selama 10 menit. "Mungkin waktunya dianggap kurang," ujar Andi.

Meski demikian, Andi mengatakan belum tahu apa akan mengajukan protes. "Kita lihat saja nanti," ujar Andi.

Sebagai pembuka, tim kampanye Megawati Prabowo mempersembahkan acara kesenian berupa monolog dari seniman Butet Kertaradjasa.

Sentilan pertama Butet adalah tentang utang. Butet mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya dengan kebudayaan. Untuk itu Butet meminta pemimpin terpilih menjaga kekayaan dan keanekaragaman budaya. "Bukan malah kaya dengan utang," ujar Butet yang disambut riuh hadirin.

Selanjutnya, Butet juga menyentil Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dianggap tidak mampu dalam menyelenggarakan pemilu. "KPU memang konsisten, yaitu konsisten untuk tidak capable," ujar seniman asal Yogya ini. Butet juga mengungkit masalah daftar pemilih tetap (DPT).

• VIVAnews
 
komentar
Gus Dur
11/06/2009
gitu aj kok repot
Sunarto
11/06/2009
Tumben Butet..... Katanya kemarin ikut rombongan capres lain? Kok sekarang...? Pripun ta Pak Dhe? Mohon pencerahan nggih....
Retno Koesdiati
11/06/2009
Butet memposisikan diri sbg org terbersih di dunia. Betul pengamat budaya TV One semalam, menonton monolog Butet ibarat nonton dagelan ato kethoprak. Sangat kontradiktif dg inti acara "Deklarasi Pemilu Damai". Tuhan berfirman : Jika engkau direndahkan, dihina, maka aku akan meninggikan dan memuliakan kamu. Semoga monolog itu akan semakin meningkatkan dukungan pada SBY-Boediono.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.