Aksi Ibu-ibu di Makassar Tolak SBY-Boediono
SBY dinilai selama ini sangat aktif meliberalkan perekonomian Indonesia.
Jum'at, 12 Juni 2009, 13:35 WIB
Amril Amarullah
Tim Sukses SBY-Boediono : Hatta Rajasa, Marzuki Ali, dan Joko Suyanto (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Sekitar 50 ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Sukarelawan Perjuangan Rakyat untuk Pembebasan Tanah Air (Spartan), berunjukrasa di kantor KPU Sulawesi Selatan, Jumat, 12 Juni 2009.

Mereka menolak pasangan SBY-Boediono sebagai calon presiden RI 2009-2014, karena menganggap sebagai pasangan yang pro terhadap pasar bebas dan tidak melindungi ekonomi masyarakat kecil.

Dalam orasinya, kordinator Spartan, Wahidah, menegaskan SBY selama ini sangat aktif meliberalkan perekonomian Indonesia. Hal itu didukung oleh Boediono, pasangannya nanti, yang saat itu menjabat sebagai direktur BI.

"Mereka sangat patuh terhadap asing. Sehingga kami khawatir ketika terpilih menjadi presiden, mereka kembali akan lebih mementingkan kepentingan asing dibanding kepentingan rakyat Indonesia," kata Wahidah didepan pintu gerbang KPU Sulsel.

Pengunjuk rasa dari ibu-ibu rumah tangga itu menyebutkan sejumlah kebijakan yang terlalu mematuhi kemauan asing. Yakni kebijakan SBY yang mencabut subsidi untuk pertanian dan sangat merugikan petani.

Atas kemauan asing juga, SBY mencabut subsidi pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik dan menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

"Tidak heran jika pendidikan di Indonesia saat ini dibisniskan. Hal itu semakin mempersulit warga miskin untuk bersekolah. Biaya kesehatan juga semakin mahal dan yang sering menjadi korban adalah masyarakat miskin," tambah Wahidah.

Zulkifli juga mengatakan, SBY selama memerintah selalu memfasilitasi pihak asing untuk menguasai perekonomian nasional. Seperti pada sektor migas, pihak asing menguasai hingga 85 persen. Sedangkan selebihnya untuk nasional.

"Kondisi itu sangat ironis, karena seharusnya kita yang menguasai kekayaan alam kita," tambah Wahidah yang diikuti yel-yel tolak SBY-Boediono dari pengunjukrasa.

Laporan: Rahmat Zeena | Makassar

• VIVAnews
 
komentar
DG PUJI
12/06/2009
Ibu2 yth trhormat, jngn mau dipolitisir, saya juga dari Makassar.Mari brdemokrasi dgn baik. Ingat, Utk dalang dibalik demo ibu-ibu ini, tolong bijaklah berpolitik. Siapa bilang orang Makassar tidak suka SBY?
bonny w rondonuwu
12/06/2009
Ibu-ibuku yg baik, jgnlah mudah di hasut-hasut, ingatlah bahwa kita ini adalah bangsa yg berdaulat dan bersantun. Jadi marilah kita merapatkan barisan untuk mendukung dan mencontreng pak SBY-Boediono pada pilpres nanti. Kalo ada yg menghasut kita katakan TIDAK BISA! Oke Ibu-ibu yg baik. Thanks.
erwin
12/06/2009
Ibu-ibu itu cuma mengatakan yang betul kok! Apa salah??? Coba perhatikan keadaan sekeliling kita, beras mahal, gula mahal, minyak ga terjangkau, gas naik, lebih perhatian donk dengan keadaan sekitar bravo ibu2 pejuang
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

BERITA POLITIK TERPOPULER