Ada lima topik yang disarankan pengajar FISIP UGM untuk dibahas calon presiden malam ini.
|
|
AAGN Ari Dwipayana, pengajar di FISIP UGM (Dokumen pribadi) |
|
VIVAnews - Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, AAGN Ari Dwipayana, berpendapat ada lima topik yang harus disinggung calon presiden dalam debat malam ini. Lima topik itu minimal harus disinggung dalam Debat Calon Presiden bertema "NKRI, Otonomi Daerah dan Demokrasi" yang berlangsung malam ini.
Pertama, para calon presiden harus menjelaskan perkembangan politik di Aceh pascaperjanjian damai Helsinki. "Apakah perkembangan itu dianggap sebagai kemajuan atau kemunduran?" kata Ari saat berbincang dengan VIVAnews melalui chatbox Facebook, Kamis 2 Juli 2009.
Topik kedua adalah, bagaimana pandangan calon presiden mengenai kondisi daerah perbatasan dan pulau terluar yang memiliki akses lemah pada pelayanan publik. Ketiga, pendapat mereka mengenai ketimpangan pembangunan antardaerah atau antarkawasan Indonesia timur dengan Indonesia barat.
Topik keempat adalah mengenai otonomi daerah. Para calon presiden harus menjelaskan sikapnya soal pemekaran wilayah dan sejauh mana otonomi daerah berorientasi pada peningkatan pelayanan publik. "Apa yang akan dilakukan capres untuk memastikan otonomi daerah berjalan efektif untuk kesejahteraan," ujar Ari yang merupakan kolega moderator debat malam ini, Dr Pratikno, yang juga Dekan FISIP UGM.
Topik kelima yakni mengenai politik identitas. Selain berkaitan dengan otonomi daerah, belakangan ini marak berkembang formalisasi syariah dan menguatnya konservatisme. Calon presiden juga harus menjelaskan pandangannya soal aliran Ahmadiyah yang sampai hari ini nasibnya digantung begitu saja.
Debat malam ini berlangsung mulai pukul 19.00 di Balai Sarbini, Jakarta, dengan ditayangkan secara langsung oleh Rajawali Citra Televisi Indonesia. Debat ini merupakan yang terakhir dalam putaran Pemilihan Presiden 2009 ini.
• VIVAnews