Debat Calon Presiden 2009
JK Kecam Iklan Pilpres Satu Putaran SBY
JK khawatir 2014 nanti akan ada iklan lanjutkan terus tanpa Pilpres.
Kamis, 2 Juli 2009, 19:59 WIB
Arfi Bambani Amri, Muhammad Hasits
SBY berdebat dengan Jusuf Kalla dalam Debat Calon Presiden (Biro Pers Istana/ Abror Rizki)

VIVAnews - Calon presiden Jusuf Kalla secara terbuka mengecam iklan Pemilihan Presiden satu putaran yang dikampanyekan kubu calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono demi menghemat dana Rp 4 triliun. JK menyatakan, jangan pernah menilai demokrasi dengan uang.

"Pak SBY, iklan Bapak (mengenai) pemilihan satu putaran, dengan alasan hemat Rp 4 triliun itu artinya demokrasi dipandang dalam uang," kata JK dalam sesi pemaparan visi dalam Debat Calon Presiden 2009, di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis 2 Juli 2009.

JK sendiri menceritakan, anggaran untuk Pemilu dan Pemilihan Presiden ini sejak awal sudah diciutkan menjadi Rp 25 triliun. Karena itu, menurut JK, angka Rp 4 triliun untuk sebuah putaran adalah angka wajar.

Jelas, lanjut JK, pemikiran yang menghitung demokrasi dalam ukuran uang seperti itu bisa berbahaya. "Saya mohon maaf, nanti 2014, saya khawatir ada iklan lanjutkan terus tanpa Pilpres demi menghemat Rp 25 triliun," kata JK.

Pernyataan JK ini jelas mengundang tepuk tangan pendukungnya. Muka SBY yang disorot secara langsung oleh kamera RCTI terlihat masam. Namun SBY kemudian ikut bertepuk tangan.

Namun penjelasan JK tak bisa dilanjutkan karena waktu pemaparan sudah habis. Moderator Dr Pratikno langsung mengambil alih acara. "Rupanya Pak JK belum saatnya debat, sudah berdebat," kata Pratikno.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.