Debat Capres
Wiranto: JK Anti Tradisi Ewuh Pakewuh
Saat debat, JK mempermasalahkan kasus DPT dan iklan satu kali putaran
Jum'at, 3 Juli 2009, 00:14 WIB
Indra Darmawan, Mohammad Adam
Debat Capres Putaran Akhir : Jusuf Kalla dan SBY (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Calon Wakil Presiden Wiranto mengatakan bahwa pasangan calon presidennya, Jusuf Kalla, tampil baik dalam debat kali ini.

"Ada satu prinsip yang luar biasa yang ditunjukkan pak JK, pada saat mengatakan kebenaran, singkirkanlah rasa rikuh, ewuh pekewuh, sungkan, dan lain sebagainya," kata Wiranto dalam Acara Debat Calon Presiden 2009 di Balai Sarbini, 2 Juli 2009

Wiranto mengambil contoh tentang keberanian Jusuf Kalla untuk mempertanyakan soal kasus daftar pemilih tetap (DPT) dan iklan satu kali putaran yang menurutnya bermasalah. "Itu berani diungkapkan pak JK pada saat beliau pertama kali mengungkapkan visi misinya tadi. Saya kira itu hal yang positif," katanya.

Menurut Wiranto, seharusnya iklan satu putaran yang menyebut-nyebut angka penghematan Rp 4 triliun merupakan langkah ilegal. Oleh karenanya, Wiranto menambahkan, harus ada upaya-upaya dari panwaslu untuk segera menarik semua iklan seperti itu dari peredaran.

"Karena, kalau ilegal terus diijinkan, itu salah. Di negeri ini tidak boleh sesuatu yang ilegal masih beredar di masyarakat," ujar bekas panglima TNI itu. Lebih jauh, kata Wiranto, masalah apapun yang sudah melanggar prinsip-prinsip kebenaran, memang sudah seharusnya  harus dibongkar dan diutarakan.

Dalam kesempatan yang sama Wiranto juga memberi apresiasi atas kualitas debat malam ini. "Ada pemikiran-pemikiran yang cukup cerdas, cemerlang, yang disampaikan dalam perdebatan. Saya rasa itulah yang namanya perdebatan."

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.