Dalam debat semalam, Megawati tiga kali kena 'semprit' moderator karena kelebihan waktu.
|
|
Megawati, SBY & Jusuf Kalla dalam Debat Calon Presiden 2009 (Biro Pers Istana/ Abror Rizki) |
|
VIVAnews - Debat bertajuk "NKRI, Demokrasi dan Otonomi Daerah" tadi malam, Kamis 2 Juli 2009, adalah debat pamungkas dalam rangkaian Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009. Ditanya evaluasi pelaksanaan debat, ketiganya punya pendapat berbeda.
Menurut Megawati Soekarnoputri secara teknis pelaksanaan debat masih perlu ada perbaikan, terutama soal batas waktu berbicara. "Waktunya terlalu sempit," ujar Mega kepada wartawan usai debat di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu 2 Juli 2009.
Sehingga untuk debat capres berikutnya, Mega meminta agar ada penambahan waktu berbicara. Dalam debat semalam, Megawati berkali-kali kena 'semprit' moderator. Mega terhitung tiga kali kelebihan waktu saat menjawab pertanyaan.
Susilo Bambang Yudhoyono juga sempat protes pada moderator, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Pratikno karena hanya diberi waktu satu menit untuk memberi tanggapan, padahal biasanya 1,5 menit.
Namun, SBY mengatakan dirinya justru merasa dirinya lebih dinamis dalam debat kali ini. "Saya merasa lebih hidup, lebih dinamis," ujar SBY.
Meski sempat ada saling serang dengan SBY terkait iklan pilpres satu putaran, menurut SBY itu hal yang wajar. "Saling serang [hal] biasa dalam debat. Tapi tujuan kami tetap baik, kami ingin berkomunikasi dengan rakyat," tambah dia.
Sementara Jusuf Kalla, tak mau berkomentar banyak. Evaluasi dan penilaian diserahkan kepada masyarakat saja yang menilai. Namun JK mengatakan dia sudah menampilkan performa terbaik. "Saya sudah maksimal," kata JK.
Dengan pengiritan waktu semalam, moderator masih sempat mengajukan pertanyaan pamungkas, yakni, apa yang akan dilakukan jika mereka ternyata tak terpilih? Jawaban ketiganya ada disini.
• VIVAnews