|
VIVAnews - Calon presiden Jusuf Kalla (JK) akan pulang kampung jika akhirnya kalah dalam Pemilu Presiden (Pilpres). Pernyataan JK itu mengisyaratkan bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu akan mundur selamanya dari politik bila gagal dalam Pilpres 8 Juli mendatang.
"Itu memang isyarat mundur dari politik. Saya kira itu sesuatu yang bagus karena politik juga harus ada pensiun," kata pengamat politik, Yudi Latif, dalam keterangan kepada VIVAnews melalui telepon, Jumat, 3 Juli 2009.
Menurut Yudi, yang dikatakan JK itu memang perlu ditiru. Karena dalam dunia politik diperlukan juga suatu regenerasi. Pengamat yang juga Direktur Reform Institut ini melanjutkan, mantan politisi dan presiden di Amerika Serikat juga melakukan apa yang disampaikan capres nomor urut 3 itu.
"Mantan-mantan presiden Amerika langsung pulang kampung membuat yayasan-yayasan sosial. Tidak harus terus dalam politik. Apalagi Pak JK itu kan mungkin banyak memiliki yayasan di Makassar," ujar doktor sosial-politik lulusan The Australian National University, Australia ini.
Dalam debat capres terakhir semalam, moderator Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada, Pratikno, memberikan pertanyaan pamungkas. Apa yang dilakukan ketiga kandidat bila kalah dan tidak terpilih.
Jika tak terpilih lanjut JK, dia akan pulang ke kampungnya di Makassar. "Kalau bukan saya, saya akan pulang kampung, mengurus pendidikan, mengurus masjid, dan mengurus perdamaian jika diperlukan," kata dia.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews