Burhanuddin Napitupulu
Kata JK, Kampanye Satu Putaran Itu Provokasi
Tim JK-Wiranto tahu pembuat iklan itu adalah Denny JA.
Jum'at, 3 Juli 2009, 10:27 WIB
Arfi Bambani Amri, Mohammad Adam
Politisi Golkar Burhanuddin Napitupulu & politisi Demokrat Hayono Isman (Antara/ Ismar Patrizki)

VIVAnews - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jusuf Kalla-Wiranto, Burhanuddin Napitupulu, menyatakan iklan kampanye Pemilihan Presiden satu putaran itu provokasi. Jelas iklan itu tidak etis.

"SBY mengatakan bukan iklan SBY. Berarti iklan itu adalah ilegal," kata Burhanuddin usai menyimak Debat Calon Presiden 2009 Kamis 2 Juli 2009 malam. Tapi, "kalau tidak dia (SBY), siapa punya?"

Burhanuddin lalu menyebut nama Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia, Denny JA. Lembaga milik Denny, ujar Burhan, dikontrak oleh sebuah lembaga konsultan politik. "Yang memproduksi itu Denny JA dan ada tim satu putaran, di mana-mana bikin spanduk," ujar Burhan.

"Spanduknya apa? Saya tangkap di Medan, "satu putaran, lebih cepat lebih baik, lanjutkan"," ujar Burhanuddin. "Menurut pandangan JK, itu provokator," kata Burhan.

Dalam debat semalam, calon presiden Jusuf Kalla tanpa sungkan mengecam kampanye satu putaran dengan alasan menghemat uang negara Rp 4 triliun. Menurut JK, demokrasi tak bisa direndahkan dengan nilai uang seperti itu.

arfi.bambani@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
arfian
03/07/2009
Yah kan anak baru kalo baru berkuasa 5 tahun ya kurnag dong.. Demokrat kan baru lahir, jadi ya wajar mereka berambisi.. Tapi jangan menghalalkan segala cara gini dong.. Penggiringan opini terhadap uang rakyat "hanya" 4 Trilyun adalah DOSA BESAR!! Kalo tidak ditekan JK agar KPU hemat 20Trilyun, juga malah lebih besar dari nominal 2 putaran.. Nah sekrg 4 trilyun dibandingkan dengan keadilan dan kebebasan memilih 175 juta penduduk indonesia!! ya keterlaluan itu.. Tapi sekali lagi, mau black/negatif campaign kyk apapun (terlebih incumbent) apa bisa menggagalkan pencalonan beliau??? Tidak kan!! berarti ini adalah memanfaatkan momen, dan termasuk dalam etika rendah dalam berpolitik!! Semoga tidak dilanjutkan, agar bisa lebic cepat lebih baik, atau berubah haluan sekalian!
Haningtyas
03/07/2009
Kubu JK tidak usah berkomentar iklan pilpres 1 putaran sebagai provokasi. Justru mengatakan bahwa iklan pilpres 1 putaran sebagai provokasi adalah provokasi itu sendiri, karena setiap warga boleh punya preferensi pilpres mau 1 putaran atau 2 putaran. Kenapa rakyat harus diprovokasi dgn mengatakan piplres 1 putaran tidak demokratis? Apanya ygtidak demokratis? Toh, rakyat nantinya yg menentukan, bukan SBY atau siapapun juga. Kalau memang JK & Mega punya pemilih banyak, total bisa lebih dari 50%, tentu 1 putaran tdk akan terjadi. Sebaliknya kalau SBY yg punya pemilih lebih dari 50%, ya tentu otomatis akan terjadi 1 putaran. Jadi ketakutan JK & Mega terlalu berlebihan. Daripada menyerang iklan 1 putaran, lebih baik beriklan utk menaikkan elektabilitasnya sehingga otomatis 1 putaran tdk terjadi. Gampang toh? Jangan suka menghasut rakyat untuk membenci SBY dgn komentar2 yg negatif terus, rakyat jadi bosan & itu tidak akan meningkatkan elektabilitas, malah bisa menghambat peningkatan elektabilitas JK krn rakyat sebal dgn para pendengki. Peningkatan elektabilitas JK bukan disebabkan kampanye negatif untuk SBY, tetapi disebabkan oleh performance JK yg tampak cerdik & tangkas. Jadi hilangkan tuh kampanye2 negatif krn justru counterproductive. Katanya menekan KPU agar hemat, tapi demi ambisi mau jadi presiden, uang 4 trilyun dianggap kecil. Uang 4 trilyun itu gede banget, bo! Bisa utk BLT berkali-kali..!! Belum lagi rakyat sudah stres dgn kampanye hitam & kampanye negatif kubu JK & Mega.
Aldi
05/07/2009
Nah pak SBY aja sudah bilang bukan iklannya dia, lantas siapa ya yang mendalangi? masak kubu lain, kayaknya lebih gak masuk akal lagi :D, yang jelas intinya jangan sampai karena opini dibuat untuk melaksanakan pilpres satu putaran lantas rakyat yang menderita karena itu, memang penghematan perlu, namun kalau rakyat salah memilih, bisa lebih merugikan dibandingkan pemilu ini
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.