JK: Iklan Satu Putaran
SBY Terpancing Pernyataan JK
SBY terpancing karena tidak inginkan wacana yang dikembangkan JK tak berlanjut.
Jum'at, 3 Juli 2009, 11:43 WIB
Siswanto, Anggi Kusumadewi
Debat Capres Putaran Akhir : Jusuf Kalla dan SBY (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Dalam Debat Calon Presiden, semalam, calon presiden Jusuf Kalla mengritik iklan pemilihan presiden satu putaran yang digarap pendukung calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

JK tidak sependapat dengan kampanye satu putaran hanya karena mau menghemat  Rp 4 triliun. Bagi JK, dalam konteks pemilihan pemimpin negara, alasan semacam itu tidak dapat diterima.  Karena itu,“Artinya demokrasi dipandang dalam uang.”

Tapi, Yudhoyono membantahnya. "Iklan yang dimaksud (JK), bukan iklan Pak SBY," kata SBY. Calon Presiden Partai Demokrat mengkritik balik inkonsistensi JK. Di satu sisi menekankan penghematan, tapi di sisi lain tidak.

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsudin Harris, menilai  bahwa jawaban SBY itu sebagai upaya mengaburkan konteks kritikan JK tentang pemilu satu putaran.

Menurut Syamsudin iklan itu resmi dan sepengetahuan SBY, karena pemimpin Lingkaran Survei Indonesia, Denny JA, yang menggencarkan kampanye satu putaran, pernah dipanggil ke rumah SBY di Cikeas.

“Statement SBY itu patut disayangkan padahal lebih baik jika dia tidak usah menanggapi statemen JK. Itu akan lebih aman bagi dia,” katanya.

Syamsuddin mengatakan SBY terpancing pernyataan JK dan  menginginkan agar wacana yang dikembangkan JK itu tidak berlanjut.

 

• VIVAnews
 
komentar
Dzaky
03/07/2009
Karena dibantahnya iklan itu oleh SBY berarti kita dibohongi lagi oleh sby.Apa jadinya negara ini kalau dipimpin oleh pemimpin yang tidak mengakui perbuatannya
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.