Debat Calon Presiden 2009
JK Berhasil Pancing Perdebatan Seru
Secara teknis, hanya satu kendala, yakni terbatasnya waktu capres menjawab pertanyaan.
Jum'at, 3 Juli 2009, 11:48 WIB
Arfi Bambani Amri
Capres Jusuf Kalla berbicara dalam Debat Calon Presiden 2 Juli 2009 (Antara/ Saptono)

VIVAnews - Pengamat politik AAGN Ari Dwipayana menilai Debat Calon Presiden semalam secara teknis berlangsung baik. Secara substansi, ada beberapa topik yang tak terbahas.

"Di awal acara, moderator mampu memecah kebekuan suasana," kata Ari secara tertulis dalam pesan Facebook untuk VIVAnews, Jumat 3 Juli 2009. Moderator Dr Pratikno dinilai sukses membuat suasana rileks setelah acara dibuka dengan menyanyikan lagu nasional.

Satu masalah teknis yang muncul adalah terbatasnya waktu kandidat menjawab pertanyaan moderator. Waktu menanggapi diperpendek menjadi 1,5 menit dan klarifikasi 1 menit. "Ini membutuhkan kemampuan untuk menjawab secara cepat dan tepat," ujar Ari.

Akibatnya, ada kandidat yang kesulitan menjawab secara ringkas sehingga melewati waktu yang disediakan. "Bahkan Mega diingatkan berkali-kali," ujar pengajar di Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada itu.

Sementara masalah substansi, Ari melihat beberapa kandidat gagal menangkap pertanyaan secara tepat sehingga menjawab secara bias. Misalnya ketika ditanya soal efektivitas program pusat di daerah, ada yang menjawab dengan menjelaskan masalah Keluarga Berencana.

Kemudian, para calon presiden tidak mengelaborasi dalam mengenai ketimpangan pembangunan antardaerah, kemudian anggaran daerah yang berpihak dan problem korupsi yang marak di daerah. Satu hal lagi, para calon presiden tidak bicara mengenai perkembangan politik lokal dan implementasi otonomi khusus di Aceh dan Papua.

Namun Debat semalam berhasil memunculkan diferensiasi antarcalon misalnya mengenai isu Daftar Pemilih Tetap, Pemekaran, dan Daerah Perbatasan. "Juga perdebatan seru justru dipancing oleh JK lewat isu iklan putaran," kata Ari yang berdarah Bali itu.

Debat calon presiden semalam bertema "Negara Kesatuan Republik Indonesia, Otonomi Daerah dan Demokrasi." Moderator debat yang ditayangkan RCTI itu adalah Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Dr Pratikno.

• VIVAnews
 
komentar
Aldi
05/07/2009
Ya mungkin karena waktu yang disediakan terbatas, jadi para capres juga mencoba menjawab sesingkat mungkin, namun kadang menjadi bias, karena intinya mungkin kalau dijabarkan agak panjang kali ya :D, tapi debat capres final ini bolehlah dibanding dengan debat capres sebelum-sebelumnya
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

BERITA POLITIK TERPOPULER