Blog Anwar Ibrahim
Gara-gara Bela TKI Anwar Dicap Anti Nasional
Anwar Ibrahim bicara tentang nasib tenaga kerja asing di Malaysia.
Jum'at, 3 Juli 2009, 15:20 WIB
Arfi Bambani Amri
Anwar Ibrahim (AP Photo/Lai Seng Sin)

Sahabat karib saya dari Jakarta menelepon menyesali sikap membisu saya berkenaan dengan kasus penderaan (penyiksaan--red) terhadap pekerja Indonesia. Teguran ikhlas teman tersebut diterima baik.

Namun perlu dijelaskan bahwa secara konsisten saya lantang sekali bicara nasib Tenaga Kerja termasuk dari Indonesia (TKI) atau ungkapan pemerintah Malaysia Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) dan Pekerja Asing (PA). Lantaran pernyataan tegas saya, pimpinan UMNO menuduh saya “anti-nasional”. Seandainya kita pertahankan prinsip keadilan, keluhuran Perlembagaan (UUD) dan negara hukum, maka setiap kasus penderaan dan penindasan ditangani sebaiknya menurut jalur hukum.

Persepsi bahwa kita angkuh (arogan) malah mirip mendukung tindakan zalim dan ganas terhadap pekerja agak meluas di Indonesia. Mungkin saja anggapan sedemikian keterlaluan. Namun tidak dapat disangkal dari tindakan perundangan merotan PATI, kenyataan sombong para menteri, tuduhan pencerobohan di perairan Indonesia, layanan buruk malah kasus-kasus penderaan ke atas warga asing termasuk dari Indonesia, India, Myanmar dan Bangladesh akan memperkukuh gambaran negatif terhadap negara.

Pertama, hukuman rotan (cambuk) ke atas pekerja daif (tak berdosa) tetap dianggap zalim dan tidak berperikemanusiaan. Bayangkan sekiranya pekerja Muslim Aljazair di Prancis, atau pelajar Malaysia tanpa visa di Inggris dihukum rotan, hiruk-pikuklah dunia Islam dan kampanye boikot barang Inggris di Malaysia.

Kedua, kenyataan angkuh yang menyentuh sensitivitas jiran harus diwaspadai. Saya masih ingat peristiwa lagu ‘Rasa Sayang E’ dulu! Atau seolah-olah rasuah (korupsi) itu lumrah di Indonesia dan tidak di Malaysia. Pastinya lebih canggih di sini!

Ketiga, isu sempadan dan ketegangan lainnya harus dirunding segera di antara pimpinan kedua negara terlibat.

Dan akhirnya isu penderaan pekerja, kaidah kemasukan dan sindikat agen pekerja, penipuan dan cara mengaibkan mengusir pekerja pulang wajar ditangani dengan adil. Kita harus akui kecuaian, rasuah malah pelecehan sebagian agensi penguatkuasaan. Rakyat Malaysia sendiri mencurigai kecakapan sebagian pasukan polisi manakala gerombolan penjenayah kongsi gelap, ah long, kumpulan samseng atasan terlibat!

Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan memperjuangkan keadilan.

* Anwar Ibrahim adalah pemimpin oposisi Malaysia yang tergabung dalam Pakatan Rakyat. Pendapat Anwar ini dapat disimak di www.anwaribrahimblog.com.

• VIVAnews
 
komentar
andri kusman
20/07/2009
Kalau memang benar pak Anwar berjiwa pahlawan besar katakan saja bahwa yang haq adalah haq dan yang bathil adalah bathil BELA TERUS KEBENARAN - LANJUTKAN
ronowidagdo
12/08/2009
Yah memang itulah kenyataan bangsa Malaysia itu. Masih agak nasionalis picik. Nurdin belum ketangkep malahan bangga ! Juga bangga bisa memperbudak TKW Indonesia. Memang mereka sedang beruntung terhindar dari KRISMON 1997/98 berkat ketajaman visi Dr.MM. tetapi selebihnya masih agak udik. Sorry.
taghenry
13/08/2009
Ya, i like it,, Gus Dur-nya Malaysia. Saya suka pak Anwar ibrahim
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

BERITA POLITIK TERPOPULER