Kisruh Daftar Pemilih
Megawati Tunggu Kerja KPU Bereskan DPT
Megawati Soekarnoputri mengaku pesimistis persoalan DPT akan membaik dalam Pilpres.
Jum'at, 3 Juli 2009, 21:02 WIB
Elin Yunita Kristanti, Mohammad Adam
  (Antara/ Yusran Uccang)

VIVAnews - Kubu Calon Presiden, Megawati Soekarnoputri terus memantau persoalan daftar pemilih tetap (DPT). Megawati mengatakan terakhir masih ada 12 propinsi yang belum selesai DPT-nya. Mega mengaku pihaknya sedang mempertimbangkan membawa masalah DPT ke ranah hukum.

"Sehingga kalau ditanyakan apakah akan dilakukan di dalam suatu proses hukum, ya kita akan melihat sampai akhir apakah hal ini dapat diselesaikan secara baik pada tanggal 8 Juli nanti," kata Mega saat bertemu dengan bertemu dengan para jurnalis asing yang tergabung dalam Jakarta Foreigner Correspondent Club (JFCC)  di Intercontinental Midplaza, Jakarta, Jumat 3 Juli 2009. 

Saat ini, kata Mega, pihaknya memilih memantau kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Hari-hari ini kami masih menunggu," kata Megawati.

Dalam acara debat calon presiden final, Kamis 2 Juli 2009, Megawati Soekarnoputri mengaku pesimistis persoalan DPT akan membaik dalam pemilu presiden mendatang. "Harapan saya 8 Juli nanti, hal seperti ini tidak terjadi lagi. Tapi saya agak pesimistis," kata Mega, sebelum dipotong bunyi bel tanda waktu habis.

Kata Mega, persoalan DPT yang ada dalam pemilu legislatif 2009 harus jadi pembelajaran dalam pemilu-pemilu mendatang. "Waktu pemilu 2004 tidak ada persoalan seperti ini," tambah Mega.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto merilis 49 juta pemilih tak masuk daftar pemilih tetap.

Tak hanya kubu Mega, kubu Jusuf Kalla-Wiranto juga mempermasalahkan persoalan itu.

KPU sebelumnya, melalui komisioner I Gusti Putu Artha, menyatakan tudingan 49 juta orang tak terdata itu tidak logis. Jumlah itu jika ditambahkan dengan jumlah dalam Daftar Pemilih Tetap akan membuat jumlah total yang lebih banyak dari populasi Indonesia.

KPU sebelumnya, melalui komisioner I Gusti Putu Artha, menyatakan tudingan 49 juta orang tak terdata itu tidak logis. Jumlah itu jika ditambahkan dengan jumlah dalam Daftar Pemilih Tetap akan membuat jumlah total yang lebih banyak dari populasi Indonesia.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.