Kontroversi Pernyataan Andi Mallarangeng
Andi: Barangkali Saya yang Maju di 2014
Andi menyebut meski banyak Orang Bugis yang pantas jadi pemimpin, belum saatnya. Kapan?
Sabtu, 4 Juli 2009, 00:25 WIB
Elin Yunita Kristanti
Andi Mallarangeng (www.presidensby.info)

VIVAnews - Orasi politik Koordinator Media Tim Kampanye  SBY-Boediono, Andi Alfian Mallarangeng di hadapan sekitar seribu pendukung di GOR Matoangin, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 1 Juli 2009, menuai kontroversi. Sejumlah tokoh Sulawesi Selatan menganggap dia telah menyinggung perasaan orang Bugis.

Dalam orasinya, Andi menyebut meski banyak Orang Bugis yang pantas jadi pemimpin, belum saatnya.  Ada waktunya masing-masing, namun sekarang yang terbaik adalah SBY-Boediono.

Menurut Rektor Universitas Fajar Makassar, Halide mengatakan seharusnya Andi tak menyinggung perasaan Orang Bugis. "Jangan singgung yang menimbulkan perpecahan," kata Halide, seperti ditayangkan TV One, Jumat 2 Juli 2009 malam.

Ditambahkan dia, padahal Andi hanya 'menyanyikan lagu' orang lain.

Bagaimana jawaban Andi?  "Insyaallah pada 2014 saya akan menyanyikan lagu sendiri," tukas Andi Mallarangeng, menjawab pernyataan Halide.

Ketika ditanya, kapan saatnya Orang Bugis jadi presiden, Andi menjawab hal senada. "Barangkali saya di 2014 nanti, tapi banyak orang-orang Bugis yang pantas jadi pemimpin," kata Andi.

Dia lalu menyinggung adiknya, Rizal Mallarangeng yang juga pernah mencoba masuk ke bursa calon presiden 2009.

Sebelumnya, Andi bersikukuh tak meminta maaf atas pernyataan yang dianggap menyinggung perasaan Orang Bugis. Alasannya, tak ada yang salah dalam isi pernyataannya.

"Apa salahnya, dimana salahnya? Saya hanya memperlihatkan bahwa orang bisa memiliki pilihan politik yang rasional, apa yang salah," kata Andi.

Menurut dia, pernyataannya dibesar-besarkan karena sudah dekat dengan pelaksanaan pemilu. "Ini politisasi," tambah Andi.

• VIVAnews
 
komentar
lekaputra
04/07/2009
ini dasar orang besar mulut. Andi bicara seenak perut. Ia merasa paling benar dan paling hebat. Padahal kalau ditilik benar, ia tak ada apa-apanya. Dasar manusia arogan...
DG. KULLE
04/07/2009
Andi benar, dimana salahnya? Sebagai salah satu orangtua Sulsel, kok pk Halide ndak tangkap dan tanggap atas ucapannya Andi? Anda Rektor, jangan membuat kesan Anda berpihak. Apa karena Anda rektor Universitas Fajar, milik Alwi Hamu, kerabat dekat JK, sehingga ikut membela JK? Ini sudah diplintir, pak! Yang memelintir adalah Tribun Timur, korannya Aksa Mahmud, keluarga JK. Bagaimana?
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.