Kontroversi Pernyataan Andi Mallarangeng
Tim JK-Wiranto: Andi Melupakan Misi dari SBY
Andi dianggap melupakan kata bijak yang mengajarkan 'mulutmu adalah hariamaumu'.
Sabtu, 4 Juli 2009, 00:49 WIB
Elin Yunita Kristanti
Tim Nasional Kampanye SBY-Boediono Bicara Hasil Survey : Andi Mallarangeng (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Orasi politik Andi Alfian Mallarangeng di hadapan sekitar seribu pendukung di GOR Matoangin, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 1 Juli 2009, mendapat reaksi dari lawan-lawan politiknya, terutama kubu Jusuf Kalla-Wiranto.

Apalagi, Andi Mallarangeng bersikukuh tak mau meminta maaf atas pernyataannya. "Itu cermin pribadi  yang tidak mau Introspeksi  terhadap kekurangannya, merasa paling benar, paling hebat, paling dipercaya," kata Juru Bicara Kampanye Nasional JK-Wiranto, R.Yogi Soehandoyo kepada VIVAnews, Jumat 3 Juli 2009.

Menurut Yogi, Andi telah melupakan misi dari pemimpinnya [SBY]. "Lupa bahwa sejatinya dia harus mengemban misi dari pemimpinya untuk berlaku santun dan religius," kata dia.

Andi, menurut Yogi juga melupakan kata bijak yang mengajarkan 'mulutmu adalah hariamaumu'. "Blunder dan fatal karena menyinggung harkat dan martabat  putra Indonesia Timur khususnya Makassar. Mudah-mudahan dongeng Malin Kundang tidak terulang," tambah dia.

Sebelumnya, Andi bersikukuh tak meminta maaf atas pernyataan yang dianggap menyinggung perasaan Orang Bugis. Alasannya, tak ada yang salah dalam isi pernyataannya.

"Apa salahnya, dimana salahnya? Saya hanya memperlihatkan bahwa orang bisa memiliki pilihan politik yang rasional, apa yang salah," kata Andi. Menurut dia, pernyataannya dibesar-besarkan karena sudah dekat dengan pelaksanaan pemilu. "Ini politisasi," tambah Andi.

Andi juga mengaku mendapatkan banyak sekali mendapatkan pesan pendek (SMS) dari masyarakat Sulawesi Selatan. Ada yang memaki-maki, ada pula yang mendukung. "Ada yang mengatakan saya haram kembali ke Makassar," kata Andi Mallarangeng.

Tak hanya itu, tambah dia, ada juga yang mengecapnya sebagai penghianat. "Dikatakan penghianat karena tidak mendukung calon dari Sulawesi Selatan," tambah dia.

• VIVAnews
 
komentar
erovworld
04/07/2009
mungkin inilah cermin dari sistem demokrasi yg sedang diterapkan di negara tercinta Indonesia. Dimana masing2 warga negara merasa bebas tak terbatas dalam mengemukakan pendapatnya. Tetapi disini saya mencoba melihat dari dua sudut pandang, dari sisi bung Andi dan dlilain pihak dari sudut pandang kubu JK. Menurut saya, bung Andi mungkin memiliki penilaian tersindiri tentang sosok capres JK, sehingga ia memberikan statement spt itu. tetapi alangkah baiknya bila bung Andi tidak secara terbuka dlm mengeluarkan satement. Apalagi hal ini menyangkut sara. Bagi kubu JK mungkin hal ini dapat menyulut timbulnya kemarahan, tapi lebih baik kiranya menjadikan satement tsb sbg pecutan dlm membuktikan bahwa statement tsb tdk benar, dan agar mjd lebih baik. marilah kita sama2 menyongsong pilpres dg suasana yg damai, aman dan kondusif. Jadikanlah kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan golongan, suku dan agama. Maju Indonesia!!!
arifin
04/07/2009
Orang yg type2 takabur seperti Andi ini gak perlu dikomentari.
andreas
04/07/2009
biasa dalam politik, yang penting kita rakyat bangsa ini tidak arasional dalam menanggapinya, tunjukan bahwa kita tidak kerdil dalam semua hal....
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.