Kampanye Hitam Serang Boediono
Pengakuan Penyebar Selebaran Kampanye Hitam
"Sesungguhnya saya tidak tahu dan tidak mengerti isi selebaran itu."
Sabtu, 4 Juli 2009, 11:10 WIB
Siswanto, Yudho Rahardjo
Kampanye Boediono di Makassar (ANTARA/Prasetyo Utomo)

VIVAnews – Nama Adi Zein Ginting mendadak sohor menjelang pemilihan presiden 8 Juli 2009. Yang membikinnya terkenal ialah setelah terbukti menyebarkan selebaran yang isinya mengatakan Herawati, istri calon wakil presiden Boediono, beragama Katholik.

Akibat aksi Zein, tim pemenangan duet SBY-Boediono dan tim Jusuf Kalla-Wiranto, sempat bersitegang.

Baku tuding dua tim itu terjadi karena selebaran ini dibagi-bagikan Zein ketika JK tengah berkampanye di Medan, Sumatera Utara, 24 Juni 2009.  Karena itulah, tim SBY menduga pendukung JK yang menyebarkannya. Tapi tim JK membantah habis-habisan.

Tapi persoalan ini sekarang hampir selesai setelah dalang penyebaran selebaran kampanye hitam terungkap.

Hari ini, Sabtu 4 Juli 2009, Adi Zein berada di Bravo Media Center Jakarta, markas informasi tim kampanye SBY-Boediono. Dia mengaku salah dan meminta maaf. Dia mengatakan hanya orang suruhan. Permintaan maaf itu dituliskannya melalui sepucuk surat. Berikut isinya:

“Adi Zein minta maaf yang sebesar sebesarnya kepada yang terhormat SBY-Boediono dan Herawati, Abdul Wahab Dalimunthe, Rahmat Syah, selaku tim kampanye daerah SBY-Boediono di Sumatera Utara.

Adapun permohonan maaf ini saya sampaikan dikarenakan atas kejadian pembagian selebaran fotokopi pada saat kampanye yang dilakukan JK di Asrama Haji Medan 24 Juni 2009.

Sesungguhnya saya tidak tahu dan tidak mengerti isi selebaran itu, karena saya hanya disuruh Ustad Sukri, caleg dari Partai Hanura, nomor urut 9 dari Kabupaten Deli Serdang.

Pada 24 Juni 2009, setelah saya diperiksa di Poltabes Medan, atas perbuatan saya itu, sore harinya saya ditelpon oleh Munar Dalimunthe (kemenakan Haji Azidin) dan menyuruh saya untuk terus menyebarkan tersebut seluas-luasnya agar SBY hancur dan Azidin bakal jadi menteri.”

Surat permintaan maaf Zein itu dilampiri metari Rp 6 ribu.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

BERITA POLITIK TERPOPULER