|
VIVAnews - Di bagian akhir kampanye akbar terakhir di Jakarta, capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung soal suku-suku bangsa. Masalah suku ini sempat menyerang pernyataan salah satu tim sukses SBY-Boediono, Andi Mallarangeng, yang dinilai menyinggung warga Bugis, Sulawesi Selatan.
"SBY-Boediono menyayangi semua suku. Suku Dayak, Suku Bugis, Aceh, Papua, semuanya," kata capres SBY di bagian akhir pidato kampanye di atas panggung utama, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2009.
SBY terdengar 'menyelipkan' kata Suku Bugis di bagian pidato terakhirnya. Entah ini untuk mendinginkan suasana atau bukan, yang pasti isu soal Suku Bugis ini sempat menyerang Andi Mallarangeng saat mendampingi cawapres Boediono kampanye di Makassar.
Saat itu, Andi mengatakan, bahwa warga Bugis, Sulawesi Selatan belum saatnya menjadi presiden. Pemimpin nasional yang dinilainya terbaik saat ini adalah SBY-Boediono.
Pernyataan itu sempat dikecam warga Sulawesi Selatan. Bahkan Forum Rektor Sulawesi Selatan menggelar demonstrasi mengecam pernyataan Andi Mallarangeng itu.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews