|
VIVAnews - Dua pasang capres-cawapres, Jusuf Kalla-Wiranto dan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, dan Ketua Komisi Pemilih Umum (KPU), Abdul Hafiz Anshary menggelar keterangan bersama. Dalam keterangan bersama itu, tidak ada satupun yang menyebut, Pemilu Presiden atau Pilpres ditunda.
Mereka menggelar jumpa pers bersama di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 6 Juli 2009. Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary duduk di tengah serta diapit dua capres, Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri.
Mereka membahas Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dinilai sangat bermasalah dan tidak mengakomodir para pemilih. Ada yang belum tercantum, ada pula yang dinilai memiliki nama ganda di daftar itu.
Abdul Hafiz Anshary didaulat untuk memberikan keterangan pertama. Menurut Anshary, keputusan penggunaan Kartu Tanda Penduduk untuk syarat ikut menyontreng dalam pemilihan presiden 8 Juli 2009 masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi, Senin 6 Juli 2009, pukul 16.00.
"Apapun keputusan MK sore nanti, kami akan langsung mengeksekusi dengan memerintahkan ke semua KPU daerah," kata Anshary. Adanya warga yang dinilai memenuhi syarat memiliki KTP, tapi namanya tidak tercantum di dalam daftar pemilih tetap, sekarang ini sedang dipersoalkan JK-Wiranto dan Megawati–Prabowo.
Giliran Megawati memberikan keterangan kedua. Pada dasarnya yang disampaikan capres Megawati sama dengan yang dipaparkan Anshary. Tetapi, Megawati menekankan bahwa alangkah baiknya bila pasangan capres-cawapres nomor urut 2, SBY-Boediono, ikut hadir.
"Kami menunggu calon lain untuk menempuh persoalan ini, terutama di dalam proses melakukan data ulang dalam Daftar Pemilih Tetap ini," kata Megawati.
Setali tiga uang. Jusuf Kalla malah menyampaikan bahwa kedatangannya ke kantor KPU dengan dua alasan sederhana. "Sebenarnya, kami datang dengan alasan sederhana. Yakni, pemilih yang lebih tinggal dicoret dan yang belum masuk tapi dimasukkan," kata calon presiden Jusuf Kalla.
Ternyata, dari keterangan utama yang disampaikan Jusuf Kalla, Megawati, dan Ketua KPU, tidak ada satupun kata-kata yang keluar soal penundaan Pemilu Presiden 8 Juli mendatang. Semua pernyataan masih menunggu keputusan MK sore ini.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews