Wacana Pilpres Ditunda
Din Syamsuddin dan Ormas Islam Kumpul di MUI
Sejumlah ulama dan pimpinan ormas itu difasilitasi Majelis Ulama Indonesia.
Senin, 6 Juli 2009, 15:17 WIB
Ismoko Widjaya, Sandy Adam Mahaputra
Din Syamsudin (VivaNews/ Tri Saputro)

VIVAnews -  Beberapa organisasi masyarakat (ormas) Islam menyatakan sikap dalam Pemilu Presiden atau pilpres 2009. Sejumlah ulama dan pimpinan ormas itu difasilitasi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sebelum menyatakan sikap, mereka menggelar rapat tertutup di lantai 4 Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin, 6 Juli 2009. Rapat tertutup digelar sekitar pukl 14.00 WIB dan dipimpin Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Din Syamsuddin mengatakan, masalah perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) belum juga rampung diselesaikan KPU. Dia mengatakan, sebelumnya masing-masing tim TI (Teknologi Informasi) sudah dipanggil KPU.

"Mudah-mudahan beberapa jam lagi MK mengesahkan tuntutan kami, tentang perihal KTP boleh digunakan sebagai identitas untuk mencontreng," ujar Din Syamsuddin sebelum keterangan pers bersama digelar.

Sejumlah Pimpinan ormas Indonesia, menegaskan kembali untuk mendesak pilpres segera ditunda. Sedangkan MUI mengimbau kepada umat agar tidak terpecah belah akan adanya pemilu.

Mengingat sengitnya persaingan tiga pasangan peserta pemilu ini, MUI melihatnya ada potensi kecurangan pemilu. Terkait Fatwa soal Golput haram, MUI masih konsisten akan hal itu. "Untuk itu umat sebaiknya, agar mencontreng," kata Ketua MUI, Amidhan.

Semalam, Din Syamsuddin menjadi fasilitator pertemuan dua capres-cawapres. Jusuf Kalla-Wiranto dan Megawati-Prabowo Subianto bertemu di Kantor Pusat Muhammadiyah untuk membicarakan Pilpres.

ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
Rakyat Bingung
06/07/2009
Kalau pertemuan antara JK-Mega tak perlu fasilitator, DIN berperan sebagai Negosiator untuk jatah Menteri !!!...... Din ... Din, aku warga Muhammadiyah jadi malu atas perbuatanmu !!!
riky
06/07/2009
wahh katanya netral, kok malah menfasilitasi.....!!! jujur aja kl mau mendukung salah satunya.......!!! masalah politik yg politik......soal dpt kan terserah dari warga, mau nyoblos apa tidk ........
tanu subrata
06/07/2009
Mudah mudahan Rakyat mengerti mana yg benar dan mana yg tidak benar.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

BERITA POLITIK TERPOPULER