Ita Lismawati F. Malau, Bayu Galih
|
|
Presiden Yudhoyono dan Din Syamsuddin (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki) |
|
VIVAnews - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku belum mengucapkan selamat kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan pemenang versi hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survei. Din masih menunggu hasil resmi penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Terus terang, saya tidak terlalu tertarik memperhatikan hasil quick count. Referensi kami tetap real count dari KPU," ujar Din usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, 10 Juli 2009.
Namun Din mengatakan akan mengucapkan selamat kepada siapapun presiden terpilih berdasarkan hasil resmi KPU. "Karena Muhammadiyah organisasi yang berusia lebih tua dari usia republik ini. Tentu kami juga bertanggung jawab terhadap republik," ucap Din.
Namun Din tetap mengingatkan bahwa masih ada proses hukum yang dilakukan terkait adanya indikasi kecurangan dan kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT). Muhammadiyah berharap persoalan DPT tetap diselesaikan, karena hingga dua hari sebelum pilpres, tim sukses capres - cawapres belum mendapatkan DPT. Sehingga penyusuran terhadap nama ganda dan nama yang tidak masuk dalam DPT tidak optimal diperbaiki.
"Ini (kisruh DPT) mutlak diperbaiki di masa depan. Karena itu adalah pengabaian terhadap hak-hak politik rakyat," kata Din.
• VIVAnews