Tabulasi Pilpres KPU Dihentikan
Jeirry : KPU Terlalu Bergantung Pada IF ES
Penghentian ini dinilai sebagai salah satu akibat dari kurangnya kordinasi.
Jum'at, 10 Juli 2009, 16:46 WIB
Ismoko Widjaya, Mohammad Adam
Tabulasi Nasional (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menghentikan penghitungan suara tabulasi nasional Pemilu Presiden (Pilpres) melalui SMS (pesan singkat).  Jeirry Sumampow, Kordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (TEPI) mengeceam keras. Dia menuduh IFES berada dibalik penghentian itu.

IFES atau International Foundation for Electoral System adalah organisasi nirlaba asal Amerika Serikat. Dalam pemilihan presiden, lembaga itu membantu KPU melakukan tabulasi elektronik dengan mengunakan teknologi pesan pendek (SMS).

Hasil perhitungan suara dikirim secara langsung dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) - lewat pesan pendek alias SMS - ke  Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Oleh karena jumlah TPS dalam pemilihan presiden sekitar 450 ribu, maka sejumlah itu pula lah nomor telepon yang mengirim data ke pusat. Semua nomor telepon itu harus diformat secara khusus di KPU.

Semula perhitungan lewat SMS ini berjalan lancar. Sampai jumlah suara yang masuk sekitar 18 juta. Tapi sejak kemarin sore perhitungan elektronik itu berhenti sama, tanpa diumumkan sebab musababnya. Masyarakat tak bisa lagi mengakses pusat penghitungan suara Pilpres di situs resmi KPU.

Jeirry menilai bahwa semrawutnya perhitungan elektronik itu karena KPU semata-mata bergantung pada IFES. Semua mekanisme dan cara kerja hitung cepat ini juga diserahkan kepada IFES. "Mulai dari perencanaan hingga implementasinya dikerjakan oleh IFES, "kata Jeirry. Padahal, lanjutnya, "Kita tidak tahu, IFES ini kepentingannya apa. Kredibilitasnya juga diragukan," kata Jeirry.

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshari menegaskan bahwa perhitungan elektronik itu diserahkan ke IFES karena berbagai pertimbangan. Antara lain karena IFES bersedia menanggung biaya program ini. Jadi meringankan beban KPU.

Program IFES itu sudah dipelajari secara seksama oleh KPU. "Program itu  sudah dipelajari oleh tim IT kami.  Kami menerima manfaat besar dari program ini," kata Hafiz usai sholat Jumat hari ini.

ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
imron rosyid
10/07/2009
maaf, saya yang bodoh atau berita ini yang menyesatkan ya? judulnya dikatakan Hentikan Tabulasi, KPU Dikecam. Lead berita menyatakan tabulasi sudah dihentikan. "Penghentian ini dinilai sebagai salah satu akibat dari bentuk intervensi terhadap KPU oleh lembaga bernama IFES" begitu tertulis pada kalaimat kedua. Masalahnya, di bagian isi, Jeiry sebagai nara sumber ternyata bukan mengecam penghentian tabulasi, melainkan soal dana tabulasi yang berasal dari IFES. Hal itu juga diperkuat dari konfirmasi ketua KPU yang membicarakan soal dana tabulasi itu. So, ini berita apa sih sebenarnya? Kecaman terhadap Tabulasi yang didanai IFES sekaligus meminta agar tabulasi dihentikan, atau yang dikecam soal penghentian tabulasi? kalau yang kedua, kok konfirmasinya ke Ketua KPU kok ndak nyambung ya? tau aaaah....
udadoan
10/07/2009
kalau sudah dihentikan ngapain pula KPU ngasih PENGUMUMAN mesti tgl 22-27 Juli 2009, ya mulai besok lah Sabtu 11 Juli 2009 hasil dari SMS made in AMRIK ini di UMUM kan. Dan rasanya kembali Indonesia di acak acak AMRIK via SMS, emangnya dah nggak bisa kerja ya Pasukan KPU.Selamet deh hasil kerja KPU ini dan berapa BIATYA nya ya?????
ududu
10/07/2009
sedih saya, wajar kalo calon2 yang lainnya mempersoalkan. wong acak adul kaya gini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.