Kalaupun Golkar akhirnya bergabung, jangan sampai ganggu jatah mitra koalisi yang lain.
|
|
Ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq (VIVAnews/ Tri Saputro) |
|
VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera rupanya cemas Partai Golkar akan mengganggu pembagian kekuasaan dalam koalisi mendukung Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Jauh-jauh hari, PKS mengingatkan Golkar jangan sampai mengganggu kuota kabinet.
"Golkar jangan sampai mengganggu kuota partai-partai koalisi," ucap Ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat 10 Juli 2009.
PKS sangat menyadari bahwa meski tidak diminta Demokrat atau SBY, Golkar akan lebih mungkin menyeberang kembali ke kubu pemerintah daripada memilih berdiri di kubu oposisi. Menurut Mahfudz, itu sudah menjadi tabiat Golkar sebagai partai yang terbiasa berkuasa.
Bila Golkar akhirnya dilibatkan dalam kabinet, PKS berharap agar hal tersebut tidak mengganggu sedikit pun asas proporsionalitas yang sudah disepakati antara SBY dengan partai-partai koalisi yang sejak awal berdiri di belakangnya. "Itu harus dibicarakan bersama-sama dengan seluruh partai anggota koalisi," ujar Mahfudz.
"Jangan sampai kembalinya Golkar mengganggu soliditas dan kenyamanan partai-partai koalisi," kata Mahfudz. Oleh karena itu, PKS menawarkan solusi untuk mengantisipasi hal tersebut. Formasi kabinet yang melibatkan kalangan profesional atau perorangan, menjadi kuncinya.
Partai terbesar keempat ini menyarankan agar SBY mengambil jatah dari perorangan atau profesional untuk dialokasikan kepada Golkar, bila Golkar kembali ke pemerintahan. "Kabinet terdiri dari unsur partai dan perorangan. Alokasi perorangan inilah yang sebaiknya diberikan ke Golkar, sehingga tidak mengganggu partai-partai koalisi lain," tutur Mahfudz.
• VIVAnews