Lakukan dulu investigasi mendalam sebelum menuduh orang atau kelompok tertentu.
|
|
Presiden PKS Tifatul Sembiring. (VIVAnews/Tri Saputro) |
|
VIVAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, meminta semua pihak tidak terprovokasi ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Juga jangan terlalu cepat menuduh seseorang sebelum ada investigasi mendalam.
"Kepada semua pihak diimbau untuk tidak tergesa-gesa menuduh seseorang atau kelompok tertentu, sebelum ada investigasi mendalam terhadap kasus ini," kata Tifatul dalam pesan tertulis ke VIVAnews, Sabtu 18 Juli 2009. Untuk itu, PKS mendesak pemerintah mengusut tuntas pelaku dan dalang peledakan ini. "Dan menghukum dengan tegas."
Partai Islam terbesar dalam Pemilu 2009 ini sendiri mengutuk keras aksi pengeboman yang membunuh sembilan orang itu. PKS menyampaikan rasa duka dan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dan terluka.
"Cara-cara kekerasan seperti ini tidak akan membawa perubahan positif bagi bangsa, hanya akan menimbulkan ketakutan masyarakat dan hengkangnya investor. Perubahan hanya ke arah negatif, baik di bidang ekonomi, sosial dan keamanan," kata Tifatul.
Selain itu, ledakan bom ini juga menodai citra Pemilu dan Pemilihan Presiden yang sukses. PKS khawatir, ledakan di Jumat pagi ini malah memberi kesan negatif di mata internasional.
Jumat siang kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melansir dugaan ledakan ini berkaitan dengan ketidakpuasan atas hasil Pemilu. "Masih berkaitan dengan intelejen, diketahui ada rencana untuk melakukan kekerasan dan tindakan melawan hukum berkaitan dengan hasil Pemilu. Adapula rencana untuk pendudukan paksa KPU pada saat nanti hasil pemungutan suara diumumkan. Ada pernyataan akan ada revolusi jika SBY menang, ini intelejen bukan rumor bukan isu, bukan gosip," kata SBY.
Pernyataan SBY ini lalu mendapat kecaman balik dari kubu Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto. Mereka menilai pernyataan itu tidak pas dikeluarkan SBY selaku presiden.
Sembilan korban tewas akibat dua ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Jumat pagi. Sebanyak 61 orang korban luka dievakuasi dari lokasi ledakan dan 53 orang di antaranya menjalani rawat inap. Salah satu korban tewas adalah Presiden Direktur PT Holcim, Timothy McKay.
• VIVAnews