|
VIVAnews - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Gusti Putu Artha mengatakan gagasan pengurangan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam pemilu presiden berasal dari pasangan calon nomor urut tiga, Jusuf Kalla-Wiranto. Sehingga dia merasa aneh jika JK-Wiranto menggugat pengurangan tersebut dalam sengketa hasil pemilu.
"Latar belakangnya seingat saya, mohon maaf, justru capres pasangan nomor urut tiga yang pertama mengusulkan seribu (pemilih) saja per TPS," kata Putu Artha usai persidangan sengketa hasil pilpres di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis 6 Agustus 2009.
Dia mengatakan dari usulan itu, kemudian Panitia Khusus di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggunakan usulan itu untuk menentukan banyaknya pemilih tiap TPS sehingga mengurangi jumlah TPS. "Gagasan itu dari situ, yang kemudian direspon oleh pansus 800 saja. Termasuk mencontreng gagasan juga dari situ," kata dia.
Dia mengatakan gugatan terhadap pengurangan TPS itu kurang relevan. Karena, lanjut dia, kalau bicara statistik, pemilih yang datang saat pilpres lebih banyak dari pileg. "Artinya ialah kalau ada orang yang dicurangi harusnya angka itu turun," kata dia.
Berita Terfavorit:
1. "Saya Kira Bambang Sudah Lama Beracara"
2. RS Omni Diancam Jika Ingkari Prita
3. Dibilang Wanita Tak Bermoral, Jupe Sakit Hati
4. Pesan Papua untuk Megawati Soekarnoputri
5. 'Kakak' Ibrohim: Halo..Halo Suaranya Putu