Kubu JK-Wiranto membantah keras.
|
|
Penetapan Hasil Pilpres KPU : Jusuf Kalla dan Wiranto (VIVAnews/Tri Saputro) |
|
MK Gelar Sidang Gugatan Pilpres Hingga 12 Agustus
|
| |
|
VIVAnews - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), I Gusti Putu Artha mengatakan gagasan pengurangan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam pemilu presiden berasal dari pasangan calon nomor urut tiga, Jusuf Kalla-Wiranto. Kubu JK-Wiranto membantah keras.
"Itu pendapat yang tidak benar. KPU tidak mengerti. Putu mungkin tidak mengerti apa yang dibicarakan," kata anggota tim sukses JK-Wiranto, Indra J Piliang, saat dihubungi VIVAnews, Kamis, 6 Agustus 2009.
Menurut Indra, Putu dinilai tidak mengerti independensi. Maka itu, kubu JK-Wiranto justru merasa pihak yang paling dirugikan atas pengurangan TPS itu.
"Kalau KPU menyatakan bahwa ide penghilangan TPS berasal dari calon nomor 3, berarti KPU tidak mengerti kedudukannya dalam Undang-Undang," ujar politisi yang kini jadi manajer kampanya calon ketua umum Golkar, Yuddy Chrisnandi ini.
Indra menilai, dengan menuding pasangan JK-Wiranto, apakah itu diikuti dengan keberpihakan KPU untuk memenangkan calon nomor 3. "Itu pernyataan mengada-ada," kata dia lagi.
Kerugian yang dialami JK-Wiranto, lanjut Indra, antara lain yakni para pemilih tidak lagi tahu dimana TPS-nya. Karena berbeda dengan TPS waktu Pemilu Legislatif. "Justru KPU yang harus menjelaskan, dimana saja TPS yang hilang itu," ujar dia.
Sebelumnya, Putu Artha dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) mengatakan, merasa aneh jika JK-Wiranto menggugat pengurangan tersebut dalam sengketa hasil pemilu.
"Latar belakangnya seingat saya, mohon maaf, justru capres pasangan nomor urut tiga yang pertama mengusulkan seribu (pemilih) saja per TPS," kata Putu Artha.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews