Sengketa Pemilu Presiden
Mega: Siapa Yang Menang Terserah Sajalah
Siapa yang menang, siapa yang kalah, sebagai target utama akhir gugatan.
Kamis, 6 Agustus 2009, 15:23 WIB
Ismoko Widjaya, Anggi Kusumadewi
Megawati Soekarnoputri berdialog dengan KADIN (Antara/ Andika Wahyu)
Megawati Ajak Kader Awasi Jalannya Pemilu
 

VIVAnews - Sidang sengketa Pemilu Presiden sedang memasuki tahap pembuktian di Mahkamah Konstitusi (MK). Calon presiden nomor urut 1, Megawati Soekarnoputri tidak menjadikan siapa yang menang, siapa yang kalah, sebagai target utama akhir gugatan.

"Kalau soal MK, siapa yang menang atau kalah terserah sajalah," kata Megawati Soekarnoputri dalam diskusi RAPBN 2010 di Megawati Institute, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Agustus 2009.

Menurut Megawati, ada hal lain yang lebih penting dari siapa yang menang dan kalah dalam gugatan pemilu presiden di Mahkamah Konstitusi (MK). Megawati menilai, masih banyak yang perlu diperbaiki dalam kehidupan bermasyarakat di periode pemerintahan mendatang.
"Yang penting, kehidupan berbangsa dan negara ini kita perbaiki," ujar pasangan dari Prabowo Subianto ini.

Saat ini, sidang sengketa Pemilihan Presiden telah memasuki tahapan mendengarkan kesaksian dan pembuktian. Kesaksian dihadirkan di persidangan itu dari Bawaslu, KPU, dan saksi dari penggugat.

Pemohon gugatan dari pasangan Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto juga diminta menguraikan bukti-bukti kecurangan dan pelanggaran selama pelaksanaan pemilihan.

Kubu Megawati meminta agar hasil Pemilu Presiden 2009 dibatalkan. Bahkan, kubu Megawati menuntut agar digelar Pemilu Presiden ulang.

ismoko.widjaya@vivanews.com

Berita Terfavorit:
1. "Saya Kira Bambang Sudah Lama Beracara"
2. RS Omni Diancam Jika Ingkari Prita
3. Dibilang Wanita Tak Bermoral, Jupe Sakit Hati
4. Pesan Papua untuk Megawati Soekarnoputri
5. 'Kakak' Ibrohim: Halo..Halo Suaranya Putu

• VIVAnews
 
komentar
Cah gemblung
06/08/2009
Pada saat Pemilu secara langsung tahun 2004, ada yg gak senang sama pihak pemenang saya anggap sebagai hal yg wajar, maklum karena baru belajar. Tapi setelah tahun 2004 betapa konyolnya org yg satu ini, pengennya jadi pemenang..., ternyata nggak pernah mau nerima kekalahannya. Sebenarnya org ini memang ingin membantu rakyat dengan ikhlas/mencari kekuasaan semata demi kepentingan pribadi & kelompoknya?. Kalo emg pro rakyat kenapa sampe sebegitunya pengen jadi pemimpin & kenapa selalu menjatuhkan pihak pemenang?. Ini jadi pertanyaan yg sangat besar utk saya
aku
06/08/2009
Orang ini mengaku Pro Rakyat, tapi dari kesehariannya sangat jauh dari kehidupan rakyat. Mana bisa menghayati dan menyayangi Rakyat
ammank
07/08/2009
gw paling benci ama nich org...sok pro rakyat, but hanya mencari kekuasaan belaka...kalah, ehh mlh sk cr kambing hitam lg....dasarrrr......pengen banget gw jitak tuch kepalanya dech....
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

BERITA POLITIK TERPOPULER