|
||
|
VIVAnews - Sidang sengketa Pemilu Presiden sedang memasuki tahap pembuktian di Mahkamah Konstitusi (MK). Calon presiden nomor urut 1, Megawati Soekarnoputri tidak menjadikan siapa yang menang, siapa yang kalah, sebagai target utama akhir gugatan.
"Kalau soal MK, siapa yang menang atau kalah terserah sajalah," kata Megawati Soekarnoputri dalam diskusi RAPBN 2010 di Megawati Institute, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Agustus 2009.
Menurut Megawati, ada hal lain yang lebih penting dari siapa yang menang dan kalah dalam gugatan pemilu presiden di Mahkamah Konstitusi (MK). Megawati menilai, masih banyak yang perlu diperbaiki dalam kehidupan bermasyarakat di periode pemerintahan mendatang.
"Yang penting, kehidupan berbangsa dan negara ini kita perbaiki," ujar pasangan dari Prabowo Subianto ini.
Saat ini, sidang sengketa Pemilihan Presiden telah memasuki tahapan mendengarkan kesaksian dan pembuktian. Kesaksian dihadirkan di persidangan itu dari Bawaslu, KPU, dan saksi dari penggugat.
Pemohon gugatan dari pasangan Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto juga diminta menguraikan bukti-bukti kecurangan dan pelanggaran selama pelaksanaan pemilihan.
Kubu Megawati meminta agar hasil Pemilu Presiden 2009 dibatalkan. Bahkan, kubu Megawati menuntut agar digelar Pemilu Presiden ulang.
ismoko.widjaya@vivanews.com
Berita Terfavorit:
1. "Saya Kira Bambang Sudah Lama Beracara"
2. RS Omni Diancam Jika Ingkari Prita
3. Dibilang Wanita Tak Bermoral, Jupe Sakit Hati
4. Pesan Papua untuk Megawati Soekarnoputri
5. 'Kakak' Ibrohim: Halo..Halo Suaranya Putu