segala sesuatu yang terjadi setelah tanggal 7 Oktober tanggung jawab pengurus baru.
|
|
Petinggi Golkar Agung Laksono, Jusuf Kalla & Muladi (Antara/ Saptono) |
|
VIVAnews - Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengumumkan Musyawarah Nasional VIII Partai Golkar akan berlangsung tanggal 4-7 Oktober di Pekanbaru, Riau. Karena itu segala sesuatu yang terjadi setelah tanggal 7 Oktober merupakan tanggung jawab pengurus baru.
Dengan demikian, pengurus baru pun akan dapat menentukan kelengkapan pimpinan Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat, yaitu Ketua Fraksi dan Ketua Komisi.
Hal ini diungkapkan Kalla usai Rapat Pimpinan Nasional V Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Kamis malam, 13 Agustus 2009.
"Tentu semua yang terjadi setelah tanggal 7 (Oktober) adalah tanggung jawab pengurus baru," kata Kalla.
Dengan demikian, Ketua Partai Golkar terpilih dalam munas di Pekanbaru akan dapat bertanggung jawab memilih ketua fraksi dan ketua komisi dari Fraksi Golkar. "Kelengkapan DPR adalah tanggung jawab pengurus baru," kata Kalla.
Dengan demikian, kepengurusan di bawah kepemimpinan Kalla akan dapat menentukan siapa kandidat Wakil Ketua DPR dari Partai Golkar. "Penentuan Wakil Ketua DPR akan dipilih pengurus sekarang," kata Kalla.
Sebelumnya, Rapimnas V Partai Golkar diwarnai dinamika penentuan tanggal dan waktu munas, dengan alasan pemilihan pimpinan DPR dari Partai Golkar. Aburizal Bakrie, kandidat ketua umum, menginginkan munas di akhir September.
"Kan nanti pengurus baru punya kemampuan untuk memilih siapa pimpinan DPR, fraksi, dan sebagainya," kata Aburizal.
• VIVAnews