|
VIVAnews - Dua politisi Senayan nyaris berantem saat Rapat Kerja Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat dengan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Politisi Partai Bintang Reformasi, Ali Mocthar Ngabalin, sempat menarik kerah Ketua Fraksi Demokrat, Syarif Hasan.
Situasi panas ini terjadi ketika Ngabalin yang mewakili Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi menyampaikan pandangan umum atas penarikan Rancangan Undang-undang Rahasia Negara. "Tanpa RUU ini, negara kita begitu telanjang," kata Ngabalin dalam rapat yang berlangsung Rabu 16 September 2009 itu.
Ngabalin pun menyindir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketakutan dengan sekelompok kecil masyarakat yang menolak RUU Rahasia Negara. Tak lupa, Ngabalin pun mengutip perkataan sahabat Nabi Muhammad, Umar bin Khatab, mengenai perlunya ketegasan pemimpin. Terjemahan pernyataan Umar kira-kira , "Akan kau temui pemimpin yang telinganya tipis dan tanpa mempertimbangkan moral."
Dan Ngabalin pun menutup sindirannya dengan berkata, "Presiden mencla-mencle dan Menhan bersikap jelek karena menarik RUU ini."
Ketika giliran Fraksi Demokrat, Syarif Hasan yang bicara mewakili. Syarif langsung mengkritik pernyataan Ngabalin. "Sebagai orang berpendidikan dan terpelajar, kita harus mengungkapkan sesuatu dengan baik. Jangan menyebut ayat-ayat Alquran tapi penempatannya tidak benar," kata Syarif yang terpilih kembali masuk Senayan itu.
Ali pun merasa tersindir mendengar pernyataan Syarif itu. Dia berdiri dan berteriak. Dia meminta Ketua Komisi I Theo Sambuaga menghentikan pemaparan Syarif. "Ketua, hentikan dia bicara," sambil menunjuk Sjarief Hasan yang duduk di seberang ruangannya. "Ketua, lebih baik diusir orang yang seperti itu," Ngabalin semakin panas. "Di sini tidak ada orang yang tidak terpelajar, semua orang terpelajar."
Syarif yang merasa ditunjuk pun membalas. "Anda tidak terpelajar, karena kata-kata tidak beradab disampaikan pada Presiden," katanya.
Ngabalin lalu berjalan menghampiri meja suami Inggrid Kansil itu. Ngabalin menarik kerah jas Syarif Hasan. Syarif terlihat berdiri karena ditarik namun mukanya masih tenang.
Namun Ngabalin disabarkan rekan-rekan legislator lainnya. Mereka meminta Ngabalin melepaskan cengkeramannya. Ngabalin pun melunak dan kemudian kembali ke mejanya.
Sementara selama kejadian itu, Menteri Pertahanan yang juga disindir terlihat diam saja. Dia tetap berada di kursinya. Rapat pun kembali dilanjutkan.