DPP Golkar Bantah Sudah Mendukung Aburizal
"Sekarang (DPP) tidak pernah menyatakan mendukung kandidat tertentu manapun."
Jum'at, 2 Oktober 2009, 17:52 WIB
Siswanto, Mohammad Adam
Ketua Golkar Syamsul Muarif & Sekjen Golkar Sumarsono (Antara/ Saptono)

VIVAnews – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Soemarsono, membantah bahwa DPP partai berlambang pohon beringin mendukung calon ketua umum, Aburizal Bakrie, sebelum pelaksanaan Musyawarah Nasional.

“Sekarang (DPP) tidak pernah menyatakan mendukung kandidat tertentu manapun,” kata Soemarsono dalam konferensi pers pelaksanan Musyawarah Nasional DPP Partai Golkar di Hotel Peninsula Jakarta, Jumat 2 Oktober 2009.

Lagi pula, kata Soemarsono, semua kader partai yang sekarang tengah menggalang dukungan itu belum resmi menjadi calon ketua umum. Yang disebut calon ketua, menurut Soemarsono, jika mereka lolos verifikasi pendaftaran di Musyawarah Nasional di Pekanbaru, Riau yang baru dibuka 5 Oktober 2009.

Ketua DPP Partai Golkar, Syamsul Muarif, menambahkan mereka yang ingin menjadi calon ketua umum harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya, menyerahkan daftar riwayat hidup, bersedia mendaftar, dan menyertakan syarat lainnya, seperti pernah menjadi pengurus partai satu periode.

Berkas pendaftaran itu nanti diverifikasi lagioleh tim verifikasi. Tim ini terdiri dari pimpinan Musyawarah Nasional oleh steering comitee. Jika para para kader memenuhi syarat, mereka lolos menjadi bakal calon.

Kemudian, bakal calon itu akan diuji lagi. Mereka baru lolos menjadi calon ketua umum apabila mampu mengumpulkan dukungan lebih dari 30 persen suara di Musyawarah Nasional.

“Kalau mendapatkan itu, dia baru dinyatakan sah sebagai calon oleh tim verifikasi,” katanya.

Peserta pemilihan baru keluar sebagai pemenang bursa Ketua Umum DPP Partai Golkar jika dia mampu menggalang suara 50 persen lebih dalam musyarah.

Tahapan selanjutnya ialah jika ketua umum sudah terpilih, dia nanti bersama empat formatur partai akan menyusun kepengurusan DPP. Empat formatur ini terdiri dari pengurus DPD I dan satu lagi dari ormas.

Syamsul menambahkan pengurus dari bidang organisasi nanti merencanakan ada penambahan waktu periodesasi kepengurusan partai. Walau pengurus hasil musyawarah ini untuk periode 2009-2004, nanti akan ditambah sampai 2015.

Sebab, pada 2014 akan ada pemilihan presiden, ditambah penetapan kabinet di Oktober-nya. Karena itu, kata dia, kalau tetap bertahan pada tahun 2014 dikhawatirkan terjadi tumpang tindih proses organisasi karena proses kenegaraan.

“Karena itu DPP mengambil kesimpulan sesuai pengarahan ketua umum untuk menggeser proses organisasi. Munas (berikutnya) nanti diselenggarakkan pada 2015.”

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.