VIVAnews - Merasa ditelantarkan panitia, sejumlah Dewan Pimpinan Daerah Golkar tingkat I dan II peserta Musyawarah Nasional Partai Golkar marah-marah. Mereka merupakan pendukung Surya Paloh yang datang hari ini. Sebagian mereka diterbangkan dari Bali ke Riau.
Dari informasi yang dirangkum VIVAnews, Senin 5 Oktober 2009, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Setiba di Pekanbaru, para pendukung Surya Paloh ini merasa tidak diperhatikan panitia. Beberapa item yang harusnya menjadi kegiatan mereka, tidak didapatkannya.
Di antaranya yang mereka keluhkan adalah tidak mendapat biaya akomodasi, ID Card dan pelayanan lainya. Kontan saja hal ini membuat sejumlah DPD I dan II, seperti dari Maluku, Papua, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat. Mereka yang harusnya menginap di Hotel Pangeran, sebagian malah ada yang tidak dapat.
Dalam keterangan persnya kepada wartawan, Sekretaris DPD II Kota Tual, Provinsi Maluku, Fadilah Rahawarin, mengatakan, mereka sangat menyayangkan dengan sikap pantia. Dengan kejadian seperti ini, mereka menilai Munas tidak lagi sportif. "Panitia sengaja melemahkan calon yang kami unggulkan. Ini sudah tak sehat lagi," ujarnya.
Mereka akhirnya mendatangi Surya Paloh di Hotel Aryaduta untuk mengadukan masalah ini. Kepada VIVAnews, Ketua Tim sukses Surya Paloh, Jeffrie Geovanie membenarkan hal ini. "Saat ini kami sedang mencarikan solusinya agar mereka mendapat tempat penginapan, ID card dan lainnya. Kami coba bantu panitia," ujarnya sambil menambahkan sangat menyayangkan kejadian ini. Sebab, masalah tersebut merupakan tanggung jawab panitia.
Laporan Ali Azumar | Pekanbaru
• VIVAnews