Andrinof melihat SBY masih ingin menjadikan kabinet sebagai ajang pembagian kekuasaan.
|
|
Andrinof Chaniago (Antara/ Fanny Octavianus) |
|
VIVAnews - Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, mengomentari struktur kabinet terdiri atas 34 menteri yang akan dibentuk pemerintah merupakan kabinet yang gemuk. Jika memang masih 34 menteri, berarti tidak ada perubahan dari kabinet sekarang.
"34 Menteri itu mencerminkan tidak adanya kemauan yang kuat untuk melakukan reformasi birokrasi," ujar Andrinof ketika dihubungi VIVAnews, Selasa 6 Oktober 2009.
Andrinof menyayangkan tidak adanya perubahan kondisi yang membawa harapan perbaikan kinerja pemerintah karena struktur kabinet SBY untuk lima tahun ke depan ternyata masih saja gemuk. Struktur yang terlampau gemuk akan cenderung kurang gesit dalam situasi apapun.
Andrinof mengharapkan kabinet dapat lebih dirampingkan lagi. "Kabinet yang gemuk jelas tidak akan ada efisiensi," ujar dia.
Menurutnya jika masih 'gemuk-gemukan' begitu dalam menyusun kabinet, berarti presiden masih mementingkan pembagian kursi kekuasaan semata. Padahal diharapkan dengan hak prerogratifnya, presiden mampu membentuk kabinet yang lebih efektif dan efisien, bukan hanya sekedar memikirkan pembagian jatah menteri kepada partai-partai politik. "Seharusnya bisa dengan 27 menteri saja, kenapa masih 34?" kata dia.
Sebelumnya, Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono, Hatta Rajasa, menyatakan kabinet yang dibentuk Presiden terpilih memiliki 34 menteri. Jumlah itu sama dengan aturan undang-undang kementerian yang disahkan DPR periode 2004-2009.
• VIVAnews