VIVAnews - Lima orang tim formatur yang dipimpin Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie kesulitan menyusun nama-nama pengurus harian atau Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Salah satu kesulitannya adalah, adanya faksi-faksi 'lawan' yang ingin masuk ke dalam DPP.
"Iya, banyak faksi-faksi yang ingin masuk ke dalam kepengurusan," kata Ketua Sidang Musyawarah Nasional (Munas) VIII Golkar, Fadel Muhamad, di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Kamis, 8 Oktober 2009.
Menurut Fadel, tim formatur melaporkan kepada dirinya bahwa kesulitan utama adalah menentukan nama-nama yang dapat mengakomodir beberapa kelompok. Akibat kesulitan itu, rapat paripurna yang sedianya digelar pukul 14.00 WIB akhirnya diskors hingga pukul 19.30 WIB.
"Ada faksi-faksi lain. Tetapi Pak Aburizal mencoba menampung dan mengakomodir semua usulan dari berbagai faksi dan kelompok," ujar politisi yang juga Gubernur Gorontalo ini.
Fadel mengakui, ada tarik-menarik kepentingan faksi dan kelompok untuk masuk dalam kepengurusan Golkar di masa Aburizal Bakrie. Salah satu yang ingin masuk adalah kubu dari Jusuf Kalla.
"Memang ada tarik-menarik antar-faksi," ujar dia. Sidang malam nanti rencananya akan mengagendakan laporan tim formatur, pengukuhan, dan penyerahan hasil Munas.
Tim formatur yang dibentuk ini berisi lima orang. Pertama adalah Ketua Umum Golkar terpilih, Aburizal Bakrie, sebagai ketua tim formatur. Kedua, perwakilan dari daerah Barat, Rusli Zainal. Kemudian, dari wilayah timur adalah Ridwan Bae, Ketua DPD I Sulawesi Tenggara.
Untuk perwakilan wilayah Jawa dan Kalimantan dipilih Ketua DPD I Golkar Kalimantan Timur, Wahyudin. Sedangkan perwakilan dari ormas telah ditunjuk Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Andi Fahri.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews