Bursa Kabinet SBY
Tifatul Isyaratkan Jabatan Menkominfo
Tifatul menegaskan Indonesia sudah saatnya meningkatkan informasi dan teknologi.
Sabtu, 17 Oktober 2009, 17:12 WIB
Umi Kalsum, Muhammad Hasits
Presiden PKS Tifatul Sembiring. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Teka-teki siapa yang bakal menduduki posisi Menteri Komunikasi dan Informasi terjawab sudah. Presiden Partai Keadilan Sejahtera mengisyaratkan posisi itu yang ditawarkan presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.

Menurut Tifatul usai tes wawancara di Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Sabtu 17 Oktober 2009, bersama SBY dan Boediono ia membicarakan bahwa dalam tataran internasional, potensi untuk meningkatkan bidang teknologi perlu ditingkatkan di Indonesia.

Kalau dulu Indonesia sangat terkenal sebagai negara agraris, sekarang, kata dia, sudah saatnya fokus pada informasi dan teknologi, serta knowledge. Sekarang ini, katanya, informasi dan teknologi lebih berperan untuk meningkatkan mutu pendidikan, karena bagaimana pun sistem informasi dan teknologi juga harus dimasukkan dalam pendidikan di Indonesia.

"Di bidang bisnis pun, atau yang bisa di sebut e-bussiness itu harus ditingkatkan. E-goverment juga diperlukan karena itu dapat mengurangi, dapat membuat kemudahan prosedur dalam pemerintah, jadi tidak ada hal-hal yang menyimpang semua jadi klir," kata dia.

Informasi teknologi kata dia mampu meningkatkan tenaga kerja, sehingga membuat Indonesia menjadi lebih maju. Sebelumnya Tifatul juga santer disebut bakal menduduki posisi Menteri Koperasi.

Tifatul dikenal sebagai salah satu kader PKS yang menerima estafet kepemimpinan dari Hidayat Nur Wahid setelah terpilih sebagai ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode sebelumnya.

Pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, 28 September 1961 itu menyatakan kesiapannya jika dirinya dipercaya sebagai menteri dalam kabinet SBY-Boediono.

Tifatul juga merupakan salah satu pendiri Partai Keadilan (PK) sebelum akhirnya menjadi menjadi humas dan ketua DPP PKS wilayah Dakwah I Sumatera.

Dia pernah menjadi direktur Asaduddin Press, Jakarta dan bekerja di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pusat Pengaturan Beban Jawa, Bali, Madura pada 1982-1989.

Tifatul menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STI&K), Jakarta dan International Politic Center for Asian Studies Strategic Islamabad, Pakistan.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

BERITA POLITIK TERPOPULER