Sebagin besar calon mengangap tes kejiwaan merupakan tes yang paling sulit dan melelahkan.
|
|
Ruangan tes kesehatan calon presiden di RSPAD Gatot Subroto (Antara/ Prasetyo Utomo) |
|
VIVAnews - Pemeriksaan kesehatan 14 calon menteri pemerintahan 2009-2014 pada hari ini akhirnya selesai dilakukan. Dari 14 calon pejabat itu, sebagin besar mengangap tes kejiwaan merupakan tes yang paling sulit dan melelahkan.
"Akibat kurang tidur, waktu melaksanakan tes psikologi (kejiwaan) saya mengantuk," kata calon menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar usai pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu, 18 Oktober 2009.
Kondisi lainnya juga dirasakan Muhammad Nuh yang saat ini masih menjabat menteri komunikasi dan informatika. M Nuh mengaku dari serangkaian penilaian kesehatan, tes kejiwaan adalah satu bentuk tes yang paling menarik.
M Nuh mengaku, dia membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk menyelesaikan lebih dari 500 pertanyaan tertulis. "Hasil tes kejiwaan, saya sehat," ujarnya.
Kesulitan yang sama juga dialami Surya Darma Ali, Marie Elka Pangestu, dan sebagian dari calon menteri yang dipanggil untuk mengikuti tes penilaian kesehatan hari ini.
Ketua Tim Penilaian Kesehatan Brigjend Supriyantoro menjelaskan, tes kejiwaan dimaksudkan untuk mengetahui kondisi psikologi calon menteri yang di antaranya meliputi kerentanan terhadap stress, impulsif, atau kemungkinan adanya kelainan misalnya kecenderungan terhadap satu sifat tertentu.
"Untuk pemeriksaan kejiwaan ini biasanya waktu yang dibutuhkan 1,5 jam, dan calon menteri yang sekarang ini rata-rata mengerjakan sesuai waktu itu," ujarnya.
Supriyantoro mengungkapkan, pertanyaan seputar tes kejiwaan tersebut seputar pandangan calon menteri serta langkah-langkah yang akan ditempuh jika menghadapi suatu kondisi tertentu.
Selain tes fisik dan kejiwaan, para calon menteri ternyata harus mengikuti tes alkohol. Penilaian tersebut diungkapkan oleh Syarif Hasan usai pemeriksaan kesehatan. "Saya sudah jalani tes general check up, tes mental, dan bebas alkohol," katanya.
Syarif menyambut baik serangkaian tes kesehatan yang dipersyaratkan SBY. Bahkan dia mengusulkan agar jenis tes kesehatan ini juga diberlakukan pada pejabat departemen pada level eselon I.
hadi.suprapto@vivanews.com
• VIVAnews