Bursa Kabinet SBY
Di mana Calon Menteri dari PDIP
Belum ada calon dari PDIP. "Kok bertanya ke saya? Ya tanya ke PDIP dong," ujar SBY
Senin, 19 Oktober 2009, 09:00 WIB
Elin Yunita Kristanti, Anggi Kusumadewi
Megawati Soekarnoputri, Tjahjo Kumolo & Pramono Anung (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon-calon menteri telah berlangsung dua hari penuh, dan masih akan berlanjut hari ini. Wajah-wajah lama maupun baru dari beragam profesi dan latar belakang, partai atau nonpartai, terus bermunculan di Cikeas. Namun kandidat yang ditunggu-tunggu belum juga tampak, calon menteri dari PDIP.

PDIP yang notabene merupakan rival SBY pada Pemilu 2009 memang dikabarkan menyimpan sejumlah kader yang diincar untuk turut didudukkan di jajaran kabinet 2009-2014, yakni Sekjen PDIP Pramono Anung, Puan Maharani dan Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo. Namun wajah-wajah ini belum juga muncul di Cikeas sampai hari kedua kemarin.

"Kok bertanya ke saya? Ya tanya ke PDIP dong," ujar SBY di sela-sela fit and proper test di Cikeas kemarin, ketika ditanya soal kemungkinan munculnya calon menteri dari PDIP. Partai berlambang banteng itu sendiri sampai saat ini belum terdengar mengumumkan sikap resmi partainya, apakah akan bergabung atau berada di luar pemerintahan, atau apakah akan mengizinkan kadernya masuk kabinet sekalipun garis partai tetap oposisi.

Beredar isu dan spekulasi bahwa PDIP tengah dilanda konflik internal terkait hal tersebut. Sebagian elit partai ingin agar PDIP bergabung dalam kabinet, sementara kader lainnya menolak opsi tersebut. Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP, Taufiq Kiemas, berulang kali menyatakan bahwa PDIP tidak dapat menolak apabila kadernya diminta untuk turut mengabdi bagi bangsa dan negara. Sementara sang istri, Ketua Umum PDIP Megawati Soekanoputri, dikabarkan tetap bersikukuh guna menempatkan PDIP di garis oposisi.

Minggu lalu, Taufiq Kiemas sempat bertemu langsung dengan SBY. Taufiq mendatangi SBY di Istana Negara dalam kapasitas barunya sebagai Ketua MPR yang bertugas untuk mengantarkan surat pelantikan kepada SBY sebagai presiden terpilih. Proses pelantikan presiden dan wakil presiden memang akan dilaksanakan esok hari, 20 Oktober 2009, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta. Sebagai lembaga tertinggi negara. Maka MPR-lah yang berwenang untuk melantik presiden.

Namun pertemuan empat mata antara Taufiq dan SBY tersebut diduga tak hanya membahas soal pelantikan semata. Sekjen PDIP, Pramono Anung, menyiratkan bahwa memang terdapat pembicaraan yang lebih besar di antara keduanya. Bahkan Pramono mengatakan bahwa komunikasi antara PDIP dan Demokrat telah berlangsung sangat baik dan cukup intens, tinggal mengatur bagaimana enaknya supaya cocok dengan keinginan semua pihak.

Di sisi lain, Pramono juga menegaskan bahwa Megawati tetap memegang kuasa penuh atas arah partai ke depan. "Semua kader yang diminta untuk bergabung di kabinet, harus minta izin lebih dulu kepada Ibu Mega," tegas Pramono di Gedung DPR RI, Jumat, 16 Oktober 2009, lalu. Sementara itu, Rapat DPP Pleno PDIP minggu lalu memutuskan bahwa sikap politik partai akan segera diumumkan paling tidak Senin ini, bertepatan dengan gelombang terakhir fit and proper test calon menteri.

"Lihat saja nanti.. lihat saja sendiri nanti," demikian kata jubir presiden, Andi Mallarangeng, ketika kemarin didesak untuk menjawab pertanyaan soal ada atau tidaknya kandidat menteri dari PDIP. Pertanyaan itu pun akan segera terjawab hari ini, hari di mana peta perpolitikan Indonesia ke depan akan menjadi jelas.

• VIVAnews
 
komentar
ollenk
19/10/2009
pelantikan DPRD kab. Asmat hari ini d resmikan oleh ketua pengadilan negeri merauke dgn lancar dan aman.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.